Stress dan Kesehatan
Stress dan Kesehatan
A. Stress dan Stressor
1. Hubungan antara stress
dan stressor
a. Stress
·
Stress merupakan suatu istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan respond atau tanggapan secara fisik, emosional, kognitif, dan
perilaku terhadap suatu peristiwa yang dianggap sebagai ancaman atau tantangan.
·
Setiap orang akan merasakan tingkatan stress yang
berbeda setiap harinya, terutama para pelajar. Mereka akan sangat mungkin
mengalami stress
·
Dampak dari stress yang dirasakan oleh seseorang akan
berbeda dari orang lain. Hal ini disebabkan karena peristiwa atau suatu hal
yang dianggap ancaman bagi seseorang, bisa saja merupakan sebuah kesempatan
bagi yang lainnya
b. Stressor
·
Stressor merupakan kejadian atau peristiwa yang
menyebabkan munculnya reaksi stress
·
Stressor itu terbagi dua, yang pertama yang
menyebabkan terjadinya distress, yang dimana terjadi Ketika seseorang itu ada
disituasi adanya stressor yang tidak menyenangkan. Yang kedua adalah yang
menyebabkan terjadinya eustress yang dimana dihasilkan dari pengalaman atau
kejadian positif yang menuntut seseorang untuk beradaptasi atau berubah.
2. Environmental
stressors: life’s ups and downs
Variasi-variasi
penyebab terjadinya stress setiap harinya
a. Catastrophes
Merupakan
suatu peristiwa tidak terduka yang terjadi dalam skala besar yang menyebabkan
jumlah stress yang luar biasa dan adanya perasaan terancam.
Misalnya
seseorang yang kehilangan rumahnya karena longsor.
b. Major Life Changes
Tidak
semua orang menghadapi stress maksimal seperti catastrophes, tetapi justru
stress tidak hanya berasal dari hal-hal negative
c. Hassles
Merupakan
gangguan sehari-hari yang muncul dalam kehidupan kita.
B. Faktor -Faktor Penyebab Stress
1. Factor Psikologis
a. Pressure
Merupakan
kondisi Ketika seseorang mengalami tuntutan mendesak yang berasal dari factor
eksternal. Tekanan biasanya terjadi Ketika seseorang itu harus bekerja lebih
keras dari biasanya
b. Uncontrollability
(ketidak mampuan mengontrol)
Factor
lain yang dapat mempengaruhi stress adalah kurangnya control. Semakin sedikit control yang dimiliki seseorang, maka
akan semakin tinggi tingkat stress yang ia miliki.
c. Frustration (frustasi)
Terjadi
Ketika seseorang dicegah untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang ia
inginkan.
d. Conflict (konflik)
Terjadi
Ketika seseorang harus memilih antara kebutuhan, keinginan, motif, atau
tuntutan yang kontradiktif.
o
Approach-approach conflict
Konflik
yang terjadi Ketika seseorang harus memilih antara dua tujua yang ia inginkan. Konflik
ininbiasanya tidak menghasilkan banyak stress karena stress nya terjadi hanya Ketika
harus memilih satu tujuan dan kehilangan tujuan lain.
o
Avoidance-avoidance conflict
Konflik
yang terjadi Ketika seseorang harus memilih satu diantara dua tujuan yang tidak
diinginkan. Konflik ini menyebabkan stress dan cenderung orang-orang
menghindari konflik ini.
o
Approach-avoidance conflict
Konflik
yang terjadi Ketika seseorang harus memilih atau tidak memilih sebuah tujuan
yang memiliki kedua aspek positif dan negative.
a. Multiple approach-avoidance
conflict
Konflik
yang terjadi Ketika seseorang harus memilih lebih dari satu tujuan, yang mana
tujuan itu memiliki kedua aaspek positif dan negative.
Berikut kesimpulan dari keempat konflik :
2. Factor Kognitif
Factor
kognitif ini tentang bagaimana seseorang memaknai pereistiwa stress yang mereka
alami, sehingga dapat mempengaruhi dampak stress mereka.
Menurut
seorang psikolog kognitif, Ricard Lazarus,
cara orang berpikir dan menilai stressos merupakan salah satu factor utama
dalam stress.
Langkah
menilai stressor :
a. Primary appraisal =
memperhatikan tingkat keparahan stressor dan mengklasifikasikannya sebagai
ancaman (sesuatu yg harus dirubah), tantangan (sesuatu yg harus dipenuhi), dan
bahaya atau kerugian yg telah terjadi
b. Secondari appraisal = orang
yang telah mengidentifikasi ancaman atau efek berbahaya harus memperkirakan kemampuan
yang mereka miliki untuk mengatasi stressor.
3. Factor kepribadian
Ciri-ciri
kepribadian seseorang berkaitan dengan stress dan karakteristik orang-orang
tersebut.
a. Kepribadian tipe A = orang
yang pecandu kerja, mereka sangat kompetitif, ambisius, benci membuang-buang
waktu, dan mudah terganggu.
b. Kepribadian tipe B =
tidak kompetitif, santai, dan lambat marah
c. Kepribadian tipe C =
merupakan orang yang menyenangkan dan mencoba untuk menjaga perdamaian tetapi
merasa sulit untuk mengekspresikan emosi, terutama emosi negative.
d. Hard personalitiy atau
kepribadian tipe H = memiliki daya tahan terhadap stress. Mereka dg kepribadian
ini merasa bisa mengatur dan mengendalikan kejadian dalam hidupnya
4. Factor social dan
kultural
Adapun
factor social kultural yang mempengaruhi stress adalah :
a. Poverty (kemiskinan) =
adapun beberapa sumber stress dalam kemiskinan, adalah tempat tinggal yang
padat penduduk, kurangnya perawatan medis, peningkatan tingkat kecacatan karena
perawatan prenatal yang buruk, lingkungan yang bising, peningkatan tingkat
penyakit dan kekerasan, dan penyalahgunaan zat.
b. Job stress (stress
kerja) = Adapun beberapa sumber stress ditempat kerja, adalah beban kerja,
kurangnya variasi, kurangnya kontrol atas keputusan, jam kerja yang panjang, kondisi
fisik yang buruk, rasisme, seksisme, dan kurangnya keamanan kerja.
c. Budaya mempengaruhi
stress = Ketika seseorang dari suatu budaya harus hidup dalam budaya lain, hal
ini akan menyebabkan stress. Stress ini disebabkan karena harus melakukan
adaptasi terhadap budaya yang tidak biasa ia jalani.
C. Coping with stress
Merupakan suatu usaha yang bisa dilakukan seseorang
untuk mengurangi, meminimalisir, bahkan menghilangkan efek dari stressor.
1. Strategi coping stress
a. Problem-focused coping
Ketika
seseorang mencoba untuk mengeliminasi sumber stress atau mengurangi dampaknya
melalui Tindakan mereka sendiri
b. Emotion-focused coping
Merupakan
salah satu strategi coping dengan mengubah cara pandang seseorang, baik secara emosi
atau perasaan terhadap stressor
c. Meditation (meditassi)
Merupakan
Latihan mental yang dilakukan untuk mengembalikan perhatian seseorang dengan
melakukan relaksasi badan dan pikiran. Tujuan utama dari meditasi ini adalah
untuk membuat seseorang itu mengabaikan sumber stressnya dan focus pada
stimulus baru yang lebih baik.
d. Humor
Humor
bisa membantu dalam mengurangi tingkat stress yang dialami oleh seseorangg.
2. Faktor yang
mempengaruhi coping
a. Support system social
Social
support system ini merupakan keluarga, teman, atau orang-orang disekitar kita yang
dapat memberikan kita bantuan. Orang yang memiliki support system akan
menganggap adantya stressor kurang mengancam karena bisa meminta bantuan
b. Kultur atau budaya
Tiap-tiap
orang bisa menggunakan coping stress sesuai dengan budayanya masing-masing
c. Agama
Dengan
mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa akan membuat kita merasa lebih tenang,
aman, serta tentram
Komentar
Posting Komentar