Gangguan Psikologis

 Psychological Disorder (Gangguan Psikologis)

A.    Abnormality

Studi tentang perilaku tidak normal dan disfungsi psikologi disebut dengan “Psychopathology”

1.      Sejarah Sigkat Gangguan Psikologis

o   Hippocrates, tokoh pertama yg menjelaskan abnormal dengan beberapa proses biologis. Menurutnya, abnormal ini merupakan penyakit antara tubuh dn pikiran merupakan ketidakseimbangan cairan tubuh atau yang disebut humor. Namun pendapatnya ditentang oleh masyarakat

o   Lalu pada pertengan abad, perilaku abnormal dipercayai terjadi karena kerasukan roh yang dipengaruhi oleh ajaran gereja katolik roma dan system agama atau budaya lain

o   Setelah itu, pada masa Renaisans, masyarakat percaya bahwa perilaku abnormal disebabkan oleh kerasukan setan sehingga menyerahkannya kepada sihir, dan mereka akan dihukum dengan kematian.

2.      Konsep Abnormal

Seorang psikolog menggunakan beberapa pertimbangan untuk menentukan suatu perilaku itu normal atau tidak:

a.     Definisi statistic abnormal

Konsep normal dan abnormal ini dapat didefinisikan dengan statistic. Misalnya seseorang yang tidak berbicara pada siapapun dan orang yang terlalu sering dan banyak berbicara dengan orang lain. Kedua Tindakan ini dianggap tidak normal. Sedangkan pada kebahagiaan, seseorang yang sangat Bahagia tidak bisa dikatakan abnormal karena definisi statistic ini tidak bekerja untuk kecerdasan

b.     Perangkat normal social

Perilaku abnormal juga dapat dilihat dari bagaimana seseorang itu bertentangan dengan norma atau standar social masyarakat di lingkungan individu tersebut. Misalnya seorang individu yang memilih tidak berbusana diantara individu yang menggunakan busana, akan dianggapa abnormal

c.      Subjective discomfort

Seseorang yang abnormal akan mengalami banyak ketidaknyamanan yang subjektif atau tekanan emosional saat terlibat dalam perilaku tertentu. Misalnya seseorang yang merasa tidak nyaman atau gelisah Ketika berpisah dengan gadgetnya sehingga memutuskan untuk selalu berada di dekat gadgetnya

d.     Ketidakmampuan berfungsi secara normal

Seseorang yang tidak dapat menyesuaikan diri di masyarakat biasanya akan di cap tidak normal. Perilaku ini disebut dengan maladaptive. Maladaptive ini merupakan perilaku yang awalnya membantu seseorang mengatasi masalahnya, namun memiliki efek yang berbahaya. Misalnya Ketika seseorang melakukan self-harm. Mulanya itu akan melegakan nya, namun aka nada dampak terhadap diri orang tersebut.

e.      Perspektif social budaya

Dalam perspektif social budaya, perilaku yang dianggap tidak normal disuatu budaya belum tentu juga dianggap tidak normal bagi budaya lainnya.

3.      Model Abnormal

a.     Biologis Model: Pengaruh Medis pada gangguan Psikologis

Model ini menyatakan bahwa gangguan psikologis memiliki penyebab biologis atau medis (Gamwell & Tomes,1995). Model ini menjelaskan gangguan seperti anxiety, depresi, dan skizofernia disebabjan karena kesalahan pada system saraf, masalah genetic, kerusakan dan disfungsi otak, atau kombinasi dari penyebab-penyebab tersebut.

b.     Model Psikologis

o   Psychodynamic View: Hiding Problems

Freud dan pengikutnya menyatakan bahwa abnormal itu terjadi sebagai akibat dari penindasan yang mengancam pikiran, kenangan, dan kekhawatiran dalam pikiran bawah sadar

o   Behaviorism: Learning Problems

Para behaviorist mendefinisikan kepribadian sebagai satu set respon yang dipelajari, tidak kesulitan menjelaskan perilaku tidak teratur sebagai yang dipelajari saja seperti perilaku normal

o   Cognitive Perspective: Thinking Problems

Psikolog kognitif yang mempelajari tentang cara seseorang berpikir, menigngat, dan mengorganisir informasi secara mental, melihat fungsi maladaptive sebagai  akibat dari pola berpikir yang tidak logis.

c.      Perspektif Sosial Budaya

Merupakan perspektif yang focus pada hubungan antara prilaku social dan kebudayaan. Dalam psikopatologi, perspektif dari pemikiran dan perilaku abnormal ini dilihat sebagai hasil dari pembelajaran dan pembentukkan dalam konteks keluarga, kelompok social, dan kebudayaan yang mana keluarga dan social grup ada

d.     Perspektif Biopsychosocial

Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh biologis, psikologis, dan social budaya pada abnormalitas tidak lagi dilihat sebagai penyebab yang mandiri

4.      Diagnosing And Classifying Disorders

Memiliki istilah dan cara yang sistematis dalam menggambarkan gejala dan prilaku psikologis itu sangat penting tidak hanya untuk mengidentifikasi dan mendiagnosis yang benar, tetapi juga dalam komunikasi diantara professional psikologis dan penyedia layanan Kesehatan lainnya.

a.     The DSM-5

o   Salah satu sumber Internasional yang sering digunakan adalah WHO’S ICD atau World Health Organization’s International Classification of Diseases, saat ini sudah edisi ke 20 (ICD-10).

o   Di Amerika, sumber yang umum digunakan untuk membantu para professional psikologis mendiagnosa gangguan psikologis adalah “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM)”. Versi terbaru dari DSM ini terbit pada 2013, yaitu edisi ke 5 (DSM-5).

o   Disini juga termasuk perubahan dalam gangguan organisasi, modifikasi dalam terminology yang digunakan untuk menggambarkan gangguan dan gejalanya, serta membahas kemungkinan penilaian dimensi untuk beberapa penyakit di versi mendatang

o   DSM-5 menjelaskan sekitar 250 gangguan psikologis yang berbeda. Disetiap gangguannya, dijelaskan gejala, bagaimana gangguan itu bisa berkembang, dan daftar periksa khusus yg harus dipenuhi untuk diagnosis gangguan tersebut.

B.    Anxiety Disorder

Merupakan bagian dari gangguan (disorder) yang memiliki gejala utama adalah merasakan kecemasan berlebihan atau tidak realistis.

1.      Phobic Disorder (Gangguan Phobia)

Phobia merupakan ketakutan yang tidak rasional dan terus menerus terhadap sesuatu. “sesuatu” disini bisa kadi sebuah objek, situasi, atau mungkin interaksi social. Misalnya mungkin banyak orang yang takut jika langsung berhadapan dengan buaya, tetapi ada beberapa orang yang takut bahkan hanya dengan melihat gambar atau boneka buaya.

a.     Socia Anxiety Disorder (Social Phobia)

Kondisi dimanna adanya ketakutan untuk berinteraksi dengan orang lain atau berada di situasi social. Social phobia ini merupakan salah satu phobia yang paling banyak dialami oleh orang-orang. Orang-orang yang mengalami social phobia ini takut jika mendapatkan evaluasi negative dari orang lain, maka mereka akan cenderung menghindari situasi yang akan menyebabkan sesuatu yang memalukan atau mungkin menghinakan. Beberapa tipe dari social phobia ini adalah:

o   Stage fright (demam panggung)

o   Fear of public speaking (takut berbicara di depan umum)

o   Fear of urinating in a public restroom (takut buang air kecild I toilet umum)

b.     Specific Phobia

Merupakan ketakutan yang tidak rasional terhadap beberapa objek atau situasi tertentu. Misalnya takut terhadap kucing, tempat gelap, ruangan tertutup (claustrophobia)

Adapun contoh dari specific phobia lainnya:

o   Takut terhadap suntikan (trypanophobia)

o   Takut terhadap perawatan gigi (odontophobia)

o   Takut terhadap darah (hematophobia)

o   Takut terhadap mencuci dan mandi (ablutophobia)

o   Takut terhadap ketinggian (acrophobia)

c.      Agoraphobia

Kondisi dimana ketakutan terhadap berada di suatu tempat atau situasi yang mana adanya kesulitan atau ketidakmungkinan untuk melarikan diri jika ada hal buruk yang terjadi. Selain itu, seseorang didiagnosa mengalami agoraphobia Ketika ia merasakan kecemasan setidaknya pada 2 dari 5 situasi yang mungkin (lebih dari satu kondisi).

 

2.      Panic Disorder

Merupakan gangguan yang mana terjadinya “serangan panik (panic attack)” lebih dari satu kali atau terus berulang dan menyebabkan kekhawatiran yang terus meneruh atau perubahan perilaku. Panic attack merupakan kondisi munculnya panik yang ekstrim secara tiba-tiba yang disertai dengan gejala fisik seperti jantung berdebar kencang, nafas cepat, adanya sensasi seperti “keluar dari tubuh sendiri”, pendengaran dan penglihatan tumpul, berkeringat, dan mulut kering. Serangan panik biasanya terjadi tanpa peringatan dan tiba-tiba. Serangan panik ini visa terjadi selama setengah jam atau mungkin 10-15 menit saja.

3.      Generalized Anxiety Disorder

Merupakan kondisi dimana seseorang merasakan takut akan adanya malapetaka yang akan datang yang disertai dengan gejala fisik stress, yang terjadi selama 6 bulan atau lebih.



4.      Gangguan Lainnya yang Berkaitan dengan Anxiety

a.     Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Merupakan sebuah gangguan yang menganggu pemikiran yang terjadi lagi dan lagi (obsesi, seperti takut ada kuman di tangan seseorang) yang diikuti oleh pengulangan, perilaku ritualistic, atau Tindakan mental (komplusi, seperti mencuci tangan berulang kali, menghitung, dan sebagainya).

b.     Acute Stress Disorder (ASD)

Merupakan gangguan yang diakibatkan oleh paparan stressor utama dengan gejala kecemasan, disosiasi, mimpi buruk berulang, gangguan tidur, masalah dalam berkosenterasi hingga ada saat dimana orang tampak “menghidupkan Kembali” peristiwa dalam mimpi dan kilas balik selama 1 bulan kejadian

c.      Posttraumatic Stress Disorder (PTSD)

Merupakan gangguan yang diakibatkan oleh paparan stressor utama dengan gejala kecemasan, disosiasi, mimpi buruk, kesulitan tidur, menghidupkan Kembali suatu peristiwa, dan kesulitan berkonsenterasi yang bertahan selama lebih dari satu bulan. Gejala nya mungkin langsung muncul setelar peristiwa atau mungkin tidak mungcul hingga 6 bulan atau lebih setelah terjadinya peristiwa traumatis.

C.    Causes Of Anxiety, Trauma, and stress disorders

1.      Factor perilaku dan Kognitif

o   Para behaviorist percaya bahwa reaksi perilaku cemas itu dipelajari. Mereka melihat phobia, misalnya, sebagai sesuatu yang tidak lebih dari respon takut yang dikondisikan, seperti kasusnya “Little Albert”.

o   Psikolog kognitif melihat gangguan kecemasan sebagai hasil dari sesuatu yang tidak laogis dan proses pemikiran yang tidak rasional

o   Magnification merupakan kecenderungan untuk menginterpretasikan situasi lebih berbahaya, membahayakan, atau lebih penting daripada yang sebenarnya

o   All-or-nothing thingking, merupakan kecenderungan untuk mempercayai bahwa suatu penampilan itu harus semputna, jika tidak maka hasilnya akan gagal total

o   Overgeneralization merupakan distorisi pemikiran dimana seseorang mengambil kesimpulan yang luar biasa berdasarkan satu kejadian atau peristiwa dan mengaplikasikan kesimpulan itu pada peristiwa yang tidak berhubungan langsung; kecenderungan untuk mereprentasikan suatu kejadian negative sebagai suatu pola yang tidak pernah berakhir dari kekalahan dan kegagalan

o   Minimization merupakan disortir pemikiran dimana seseorang meledakkan suatu peristiwa negative sebanding dengan kepentingannya (magnification) sambil mengabaikan relevansi peristiwa positif (minimalisasi)

2.      Factor Biologis

Kecemasan menurut factor biologis disebabkan karena disfungsi beberapa system saraf (seperti serotine, GABA) dan/ karena adanya perbedaan pada aktivasi otak. Panic disorder atau gangguan panik juga disebabkan karena hereditas (keturunan)

3.      Variasi Budaya

Gangguan kecemasan itu memang ditemukan diseluruh bagian dunia, meskipun bentuk tertentu dari gangguan tersebur mungkin berbeda dari berbagai budaya.

D.    Somatoform Disorders

Diagnosis utama pada gangguan somatoform adalah adanya gejala fisik yang tidak ada penjelasan medis yang terkait. Mereka yang menderita somatoform sering merasakan gejala tersebut dan menghubungkannya dengan medis namun menyangkan adanya factor psikososial.

1.      Hypochondriasis

Kondisi dimana seseorang memiliki keyakinan penuh bahwa mereka mempunyai penyakit fisik parah yang dialaminya meskipun tidak adanya penyebab medis yang ditemukan

2.      Conversion Disorders

Merupakan gangguan dimana fungsi fisik manusia tidak berjalan dengan baik disertai dengan gejala neurologis yang berkaitan dengan fungsi motoric ataupun sensorik.

E.    Dissociative Disorders: Altered Identities

Gejala-gejala disosiatif mencakup banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya berupa kenangan dari peristiwa traumatis atau waktu di sekitar kejadian saja.

1.      Jenis-Jenis Dissociative Disorders

a.     Dissociative Amnesia and Fugue: Who Am I And How Did I Get Here?

Pada amnesia disosiatif, seseorang tidak bisa mengingat informasi personal seperti nama seseorang atau peristiwa personal yang sepsifik. Kata latin “fugure” bermakna “flight” dan kata tersebut digunakan pada “fugue”. Dugue disosiatif ini terjadi Ketika seseorang secara tiba-tiba berpegian jauh dari rumah (penerbangan) dan setelah itu ia tidak bisa mengingat perjalanan atau bahkan iformasi pribadi, seperti indentitas.

b.     Dissociative Identity Disorder: How Many Am I?

Atau dikenal juga dengan gangguan kepribadian ganda. Pada gangguan ini, seseorang tampaknya mengalami dua atau lebih kepribadian dalam satu tubuh. Mungkin saja ada kepribadian “inti” yang tidak tau tentang kepribadian lain dan juga kepribadian yang mengalami “pemadaman” atau kehiangan ingatan dan waktu.

2.      Penyebab Dissociative Disorders

a.     Psikodinamik

Dimana pikiran dan perilaku yang ditekan adalah mekanisme pertahanan utama dan mengurangi rasa sakit secara emosional

b.     Cognitive dan Behavioral

Penghindaran pikiran trauma diperkuat secara negative oleh pengurangan kecemasan dan rasa sakit emosional

c.      Biologis

Dukungan untuk perbedaan aktivitas otak dalam kesadaran tubuh telah ditemukan pada individu dengan gangguan depersonalisasi atau derealisasi

F.     Mood Disorders

Gangguan dimana suasana hati sangat parah terganggu

1.      Jenis Mood Disorders

a.     Major Depressive Disorder

Merupakan depresi berat yang muncul secara tiba-tiba dan sepertinya tidak memiliki penyebab eksternal, atau sangat parah untuk keadaan saat ini. Orang0orang yang menderita major depressive disorder ini merasakan depresi hamper setiap hari, memiliki sedikit atau bahkan tidak ada semangat untuk beraktivitas, merasa Lelah, memiliki masalah tidue atau tidur berlebihan, mengalami perubahan nafsu makan dan berat badan yg signifikan, mengalami rasa bersalah yang berlebihan atau perasaan tidak berharga, dan sulit untuk berkonsenterasi

b.     Bipolar Disorder

o   Bipolar I Disorder, dimana periode suasana hari yang dapat berkisar dari normal hingga manik (memiliki kualitas yg berlebihan, kegembiraan, kesenangan, dan energi atau sifat cepat marah) dengan atau tanpa episode depresi

o   Bipolar II Disorder, dimana rentang suasana hati yg normal yg diselingi dengan episode mayor depresi dan episode hipomania

2.      Penyebab Mood Disorders

a.     Psikodinamik

Depresi merupakan kemarahan yang ditrkan yang awalnya ditujukan pada orang tua atau figure otoritas lainnya

b.     Behavioral

Depresi terkait dengan ketidakberdayaan yang dipelajari

c.      Social cognitive

Penmikiran yang terdistorsi dan pikiran negative yang merugikan diri sendiri

d.     Biologis

Variasi pada system saraf (spt serotonin, norepinephrine, dopamine) atau aktivitas spesifik otak, gen dan hereditas juga berperan

G.    Schizophrenia: Altered Reality

1.      Gejala Schizophrenia

o   Kata schizophrenia di ubah olah Eugen Bleuler untuk mengilustrasikan pembagian (schizo-) pada otak (phern) antara pemikiran, perasaan, dan perilaku yg tampaknya terjadi pada orang dengan gangguan ini

o   Schizophrenia dideskripsikan sebagai gangguan psychotic (merujuk pada ketidakmampuan individu untuk membedakan mana yg nyata dan mana yg fantasi) yang bertahan lama

o   Delusi, merupakan keyakina palsu yg dipegang seseorang yg menolak menerima bukti dari kepalsuan mereka

o   Halusinasi, merupakan persepsi sensorik yg salah, seperti mendengarkan suara yg sebenarnya tidak ada

o   Flat affect berarti kurangnya respon emosional

o   Catatonia merupakan terganggunga perilaku milai dari patung seperti imobilitas menjadi energik, Gerakan panik, dan pembicaraan

o   Positive symptoms merupakan gejala skizofernia yaitu ekses dari perilaku atau terjadi disamping perilaku normal; halusinasi, delusi, dan pemikiran terdistorsi

o   Negative symptoms merupakan gejala skizofernia yang kurang dari perilaku normal atau tidak adanya perilaku normal; kurang perhatian, flat affect, produksi pembicaraan yg buruk

H.    Personality Disorders

Merupakan gangguan dimana seseorang mengadopsi pola perilaku yg gigih, kaku, dan maladaptive yang menganggu interaksi social yg normal

1.      Antisocial Personality Disorder (ASPD)

Merupakan gangguan dimana seseirang menggunakan orang ain tanpa menghawatirkakan tentang kebenaran atau perasaan mereka dan sering kali bertindak dengan cara implusif atau sembrono tanpa memedulikan akibat dari perilakunya. Orang-orang dengan ASPD benar benar “melawan society”.

2.      Borderline Personality Disorder (gangguan kepribadian ambang batas)

Merupakan pola kepribadian maladaptive yang dimana orang tersebut moodyan, labil, tidak memiliki rasa identitas yg jelas, dan sering menempel pada org lain dg pola penghancuran diri, kesendirian yang kronis, dan kemarahan yg menganggu hubungan dekat. Tujuan hidup, pilihan karir, pertemanan, dan bahkan perilaku seksual berubah secara cepat dan dramatis pada penderita BLDP ini

 

Annisa Melati Putri Wijaya

2110322021

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar dan Klasifikasi Bidang Psikologi

Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Tes Mental