Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Tes Mental
Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Tes Mental
A.
Teori
Evolusi Sebelum Darwin
1.
Jean Lamarck
(1744-1829)
Berikut beberapa pendapat
dari Lamarck :
· Perubahan
lingkungan bertanggung jawab atas perubahan pada struktur tumbuhan dan hewan
· Lamarck
menyampaikan teori warisan dari karakteristik yang didapat
· Karakteristik
suatu spesies akan berubah seiring dengan perubahan sifat yang diperlukan untuk
keberlangsungan hidup. Demikianlah transmusi spesies
2.
Herbert Spencer
(1820-1923)
· Pandangan
Spencer tentang Evolusi
Menurut Spencer, segala
sesuatu itu berasal dari satu kesatuan yang tidak terdefinisi. Melalui evolusi,
terjadi diferensiasi sehingga system menjadi semakin kompleks. Gagasa ini,
dikaitkan dengan system saraf pada manusia.
· Prinsip
Spancer-Bain
Teori Spancer adalah
perpaduan antara empirisme, asosiasisme, dan nativisme karena dia percaya bahwa
asosiasi yang diperoleh dari pengalaman diturunkan ke keturunannya.
· Darwinisme
Sosial
Menurut Spencer, jika prinsip evolusi
dibiarkan beroperasi secara bebas, semua organisme hidup akan mendekati
kesempurnaan, termasuk manusia. Menurut Spencer, kebijakan terbaik yang harus
diikitu oleh pemerintah adalah kebijakan laissez-faire yang memberikan
persaingan bebas antara warganya.
B.
Charles
Darwin (1809-1882)
1.
Teori Darwin
Teori Darwin yaitu,
revolusioner, ia mengubah sejarah filsafat dan psikologi dengan mengubah
pandangan tradisional mengenai sifat manusia. Darwin menyatakan bahwa emosi
manusia itu berasal dari sisa-sisa emosi hewan yang dulunya digunakan untuk
kelangsungan hidup. Ia juga menjelaskan bahwa emosi manusia ini secara budaya
bersifat universal, seperti kegembiraan, sedih, marah, dan sebagainya.
Darwin mempengaruhi
perkembangan psikologi dengan pengamatan putranya, William. Ia mencata berbagai
refleks, kemampuan motoric yang pertama muncul, dan berbagai kemampuan belajar.
Pengamatannya itu menghasilkan psikologi anak.
2.
Pengaruh Darwin
Pengaruh Darwin pada
psikologi kontemporer antara lain ; psikologi perkembangan, psikologi hewan,
psikologi komparatif, psikologi pembelajaran, tes dan pengukuran, emosi,
genetika perilaku, psikologi abnormal, dan sebagainya.
Ada beberapa pengaruh Darwin
yang dipertanyakan atau salah, yaitu :
· Orang
-orang primitive kontemporer merupakan penghubung antara primate dan manusia
modern
· Secara
intelektual, Wanita lebih rendah dari laki-laki
· Nalurri
yang diwariskan berasal dari kebiasaan lama
· “Darwinian
sosial” memiliki berbagai manfaat
C.
Sir
Francis Galton (1822-1911)
Galton
memiliki dua karya yang cukup terkenal, yaitu
1.
Hereditary Genius
(1896), berisi pembuktian bahwa factor genetic sangat penting untuk mencapai
suatu keunggulan
2.
Inquiries into Human
Faculty and Its Development (1883), berisi rangkaian esai yang
menekankan adanya perbedaan individual dalam kecakapan mental.
Dalam
penelitiannya tentang citra mental, Galton menemukan perbedaan individu yang
besar dalam kemampuan mengalami citra mental. Galton juga merupakan tokoh
pertama yang menggunakan median sebagai ukuran tendensi sentral.
D.
Intelligence
Testing After Galton
1.
James McKeen Cattell
(1860-1944)
Cattell membawa gagasan
Galton tentang pengujian intelegensi ke AS dan merupakan orang pertama yang
menggunakan istilah “tes mental”.
Penelitian Wissler
menunjukkan bahwa tes sensorik dan motorik Galton tidak semuanya mengukur hal
yang sama (kecerdasan) karena korelasi antar tes itu rendah. Ketika Wissler menemukan
secara praktis tidak ada hubungan antara kinerja pada tes dan kinerja di perguruan
tinggi, disimpulkan bahwa tes memiliki sedikit nilai praktis.
2.
Alfred Binet
(1857-1911)
Binet memperjuangkan metode
pengujian mengukur operasi mental kompleks yang dianggap terlibat dalam
kecerdasan.
· Hipnotisme
dan Magnet
Binet melakukan penelitiwn
tentang hipnotisme dan dia mengklaim bahwa dalam sebuah penelitian dia telah
mampu memanipulasi gejala dan sensasi subejk yang terhipnotis dengan
menggerakkan magnet ke berbagai tempat di sekitar tubuh subjek. Binet juga
mengklaim bahwa penerapan magnet dapat mengubah rasa takut terhadap objek,
seperti ular, menjadi kasih sayang.
· Psikologi
Individu
Binet tertarik pada apa yang
membuat kita berbeda. Ia menekankan pada proses sensorik dan tidak cukup pada
proses mental yang lebih tinggi. Dengan kata lain, Binet dan Henri mengusulkan
untuk mempelajari kemampuan kognitif langsung bukan secara tidak langsung.
· Menilai
Kekurangan Intelektual
Pada 1904, Binet dan Simon
mulai membuat tes yang membedakan antara anak normal secara intelektual dan
anak dibawah normal, dengan Langkah-langkah :
o
Mengisolasi suatu
kelompok ;
o
Menguji kedua kelompok
dengan cara berbeda
Setelah
banyak trial dan error, akhirnya Binet dan Simon sampai pada tes pertama yang
mengukur kecerdasan secara langsung daripada tidak langsung melalui pengukuran
ketajaman sensorik.
· Skala
Kecerdasan Binet-Simon 1905 dan Revisinya (Tes IQ)
Binet dan Simon menawarkan
skala kecerdasan Binet-Siomon sebagai cara yang valid untuk membedakan anatara
anak-anak normal dan anak-anak dengan defiensi mental. Tes-tes tersebut disusun
berdasarkan tingkat kesulitannya, sehingga semakin banyak tes yang dilalui
seorang anak, diasumsikan semakin berkembang kecerdasannya.
· Ortopedi
Mental
Binet percaya bahwa ortopedi
mental dapat mempersiapkan anak-anak kurang mampu untuk bersekolah. Ortopedi
mental ini terdiri dari Latihan yang akan meningkatkan kemauan, perhatian, dan
disiplin anak – semua kemampuan yang menurut Biner perlu untuk Pendidikan kelas
yg efektif.
3.
Charles Spearman dan
Konsep Kecerdasan Umum
Spearman menemukan bahwa
tidak hanya ukuran ketajaman sensorik yang berkolerasi tinggi diantara mereka
sendiri, tetapi yang lebih penting, mereka juga berkolerasi tinggi dengan
“kecerdasan di sekolah”.
Untuk menyelidiki lebih dalam
tentang sifat kecerdasan, Spearman meletakkan dasar untuk apa yang terjadi
dengan analisis factor. Analisis factor adalah Teknik statistic yang kompleks
berdasarkan korelasi.
· Mengukur
individua tau sekelompok individu dengan banyak cara ;
· Semua
ukuran saling terkait untuk menentukan yang mana dari mereka yang bervariasi
Bersama dalam beberapa cara sistematis ;
· Memeriksa
matriks korelasi untuk menentukan ukuran mana yang bervariasi Bersama dan
berapa banyak factor (pengaruh) yang perlu diadilkan untuk menjelaskan
interkorelasi yang diamati.
Spearman
juga menambahkan bahwa kecerdasan dapat dijelaskan dengan dua factor, yaitu :
· Kompetensi
mereka dalam ha-hal seperti, matematika, Bahasa, dan music. Kemampuan itu
disebut factor spesifik (s) ;
· Factor
umum seperti factor yang mendasari segala tingkah laku individu (g)
Kesimpulan
spearman tentang kenapa sifat kecerdasan penting :
· Menekankan
sifat kesatuan dari kecerdasan, sedangkan Binet menekankan keanekaragamannya ;
· Memandang
kecerdasan itu Sebagian besar diwarisi, sedangkan Binet memandangnya sebagai
dapat dimodifikasi oleh pengalaman ;
· Sebagian
besar konsepsi Spearman tentang kecerdasan yang dianut oleh Gerakan pengujian
baru di AS, bukan Binet.
4.
Cyril Burt (1883-1971)
Burt berpendapat bahwa
semakin pintar seorang siswa maka semakin tinggi tingkat pelajarannya, begitu
sebaliknya. Tidak semua siswa bisa diberi pelajaran dengan tingkat yang sama.
· Kontroversi
Leslie Hearnshaw (1979)
menuduh bahwa Burt telah menerbitkan data palsu yang mendukung kasusnya dengan
nama samaran dan diterbitkan dengan rekan penulis yang tidak ada. Setelah
meninjau kasus terhadap Burt, Green (1992) menyimpulkan, "tuduhan dengan
sengaja memalsukan data tidak dapat dibuat atau disangkal dengan
kepastian" Burt banyak mengajarkan kita terkait politik sains dibanding
sifat kecerdasan. Tetapi disisi lain, para kritikus Burt percaya "bukan
hanya bahwa bukti heritabilitas IQ tidak persuasive tetapi, dalam hal apa pun,
peningkatan bantuan pendidikan untuk beberapa siswa didasarkan pada moral,
bukan prinsip-prinsip ilmiah"
E.
The Binet-Simon
Scale in the United States
1.
Henry Herbert Goddard
(1866-1957)
Goddard merupakan tokoh yang
menerjemahkan uji tes Binet-Simon Scale kedalam Bahasa inggris. Walaupun pada
awalnya dia merasa skeptis, tapi ia meyakini bahwa uji tes Binet-Simon Scale
ini efektif dalam mengkalsifikasikan anak-anak berdasarkan tingkat keterbelakangan
mereka.
Lewat studi keluarga “Kallikak”,
Goddart memutuskan untuk menyelidiki hubungan antara llatar belakang keluarga
dan kecerdasan. Goddard juga menciptakan istilah “moron/tolol” untuk menunjkkan
tingkat intelektual Deborah.
2.
Lewis Madison Terman
(1877-1956)
Menurut Terman tujuan utama
dari tes mental adalah untuk mengidentifikasi individu yang berbakat, sehingga
mereka dapat didorong untuk mencapai potensi penuh mereka dan menjadi pemimpin
masyarakat.
3.
Leta Stetter
Hollingworth
Leta Stetter Hollingworth
adalah tokoh yang sangat peduli dengan pengembangan Pendidikan dan strategi
yang memastikan pengembangan kesejahteraan siswa berbakat.
Hollingwort juga menantang stigma yang
tertenam pada masyarakat luas bahwa kecerdasan Sebagian besar diwariskan dan
bahwa perempuan secara intelektual lebih rendah dari laki-laki. Hollingworth percaya
bahwa Wanita itu lebih jarang mencapai posisi menonjol daripada laki-laki bukan
Karena inferioritas intelektual, tetapi karena peran sosial yang diberikan pada
mereka.
F.
Pengujian
Intelijen di Angkatan Darat
1.
Robert M. Yerkes (
1876–1956)
Yerkes mendirikan psikologi
komparatif di Amerika Serikat sebagai pengakuan atas kesuksesan utamanya. Kontribusi
Yerkes untuk pengujian kecerdasan adalah sarannya agar semua individu diberikan
semua item pada tes Binet-Simon Scale dan diberikan poin untuk setiap item yang
lulus.
Pada saat itu psikolog
berkontribusi dalam peperangan dengan cara mengevaluasi calon anggota
bersenjata. Tujuan dari program ini adalah untuk mengidentifikasi mereka yang
mengalami defisiensi mental, untuk mengklasifikasikan laki-laki dalam hal
tingkat kecerdasan mereka, dan memilih individu untuk pelatihan khusus Pencapaian
hebat Yerkes yaitu keberhasilan Yerkes dalam program pengujian tentara dan data
tentang heritabilitas inteljen.
G.
The
Deterioration of National Intelligence
Mereka
yakin bahwa kemerosotan kecerdasan disebabkan karena imigrasi dan fakta bahwa
individu yang intelektual lebih rendah berproduksi lebih cepat disbanding individu
normal atau diatas normal.
Galton,
Cattell, Goddard, Terman, dan Yerkes menyarankan sebuah solusi terkait
kemerosotan keceriaan dengan mencegah individu yang kurang cerdas berproduksi. Mereka
mengatakan bahwa kinerja tes kecerdasan lebih ditentukan oleh Pendidikan dan
pengalaman pribadi daripada warisan, dan ada yang berkembang bahwa semakin
banyak orang yang menerima kesempatan pengalaman yang sama, maka kinerja tes
juga akan disamakan.
Adapun
enam point kecerdasan :
1.
Factor umum, kemampuan
kognitif ;
2.
Bakat akademis atau prestasi,
tetapi tes IQ yang dirancang khusus untuk tujuan itu mengukurnya dengan paling
akurat ;
3.
Skor IQ cocok, pada
tingkat pertama yaitu cerdas atau pintar dalam bahasa biasa ;
4.
Skor IQ stabil, di
sebagian besar kehidupan seseorang ;
5.
Tes IQ yang dilakukan
dengan menunjukkan bias terhadap kelompok sosial, ekonomi, etnis, atau ras ;
6.
Kemampuan kognitif
yang diwariskan tidak kurang dari 40 persen dan tidak lebih dari 80 persen ;
Namun,
poin-poin ini mengakibatkan kontroversi dari berbagai hal salah satu nya dalam
hal ras, etnis, dan budaya yg memicu perang antar budaya.
Dalam
mendefinisikan kecerdasan dan mementukan cara terbaik untuk mengukurnya dibahas
lebih lanjut dalam psikologi kontemporer. Saat ini, kebanyakan para psikolog
percaya bahwa warisan dan pengalaman adalah factor yang berpengaruh dalam
kecerdasan.
Annisa Melati Putri Wijaya/ 2110322021
Komentar
Posting Komentar