Seksualitas dan Gender

 Seksualitas dan Gender

A.    Sisi Fisiologis Seksualitas Manusia

Seksualitas (jenis kelamin) dapat didefinisikan sebagai keadaan biologis seseorang tergantung dari struktur anatomis tubuh seseorang (Newman, 2002).

o   Primary sex characteristics, dimana Seseorang akan dikategorikan sebagai laki-laki apabila ia memiliki testis serta menghasilkan sperma dan seseorang akan dikategorikan sebagai perempuan apabila ia memiliki rahim (uterus) dan menghasilkan ovum

o   Secondary sex characteristics, yaitu  karakteristik perkembangan seks seorang manusia seperti memberatnya suara pada laki-laki dan membesarnya pinggul bagi perempuan, perkembangan seks sekunder akan muncul ketika manusia sudah berada pada usia pubertas dan biasanya akan muncul lebih cepat pada perempuan

Dari segi genetik, seksualitas manusia bisa ditentukan berdasarkan kromosom yang dimiliki oleh seorang individu, XX untuk perempuan dan XY untuk laki-laki. Setiap sel tubuh manusia terbentuk atas 46 kromosom (23 pasang), dimana ada 44 (22 pasang) autosom + 2 (1 pasang) gonosom.

B.      Sisi Psikologis Seksualitas Manusia (Identitas Gender dan Peran Gender)

1.      Identitas Gender

o   Gender = aspek psikologis dari menjadi wanita atau laki-laki

o   Gender roles = harapan budaya untuk perilaku laki-laki atau perempuan, termasuk attitude, aksi, dan asosiasi ciri kepribadian dengan menjadi laki-laki atau perempuan di budaya tersebut.

o   Gender typing = proses memperoleh karakteristik peran gender

o   Gender identity = sensasi seorang individu dari menjadi laki-laki atau perempuan

Sama halnya dengan seks, identitas gender juga tidak selalu sesuai dengan penampilan luar atau bahkan kromosom yang menentukan dia laki-laki atau perempuan. Masalah psikologis, biologis serta lingkungan memiliki pengaruh terhadap konsep identitas gender seseorang yang biasa disebut dysphoria syndrom. Orang yang terkena syndrom ini merasa ketidakcocokan antara jenis kelamin biologisnya dengan identitas gendernya. Orang-orang seperti ini biasanya disebut dengan transgender. Seseorang yang membuat perubahan seperti itu biasanya akan menjadi lebih kuat dan percaya diri secara psikologis dan emosional.

2.      Gender-Role Development

a.     Teori belajar sosial = menekankan pembelajaran melalui mengamati dan meniru orang lain

b.     Teori skema gender = menggabungkan pembelajaran sosial dan kognitif

c.      Stereotype gender = Keyakinan bahwa semua anggota kelompok sosial tertentu memiliki karakteristik atau sifat yang sama

d.     Androgyny = aspek positif dari laki-laki dan perempuan tanpa memandang gender mereka

3.      Gender Differences

a.     Cognitive differences = mungkin saja terjadi, namun biasanya karena faktor psikologis dan sosial, daripada faktor biologis

b.     Social and personality differences = umumnya disebabkan karena hasil dari pemikiran stereotype tentang seks

C.      Human Sexual Behavior

1.      Sexual Response

 Masters and Johnson mengindentifikasi empat tahapan siklus respon seksual, yaitu:

a.     Excitement (kegembiraan)

Pada fase pertama ini, merupakan fase awal dari gairah seksual yang ditandai dengan meningkatnya denyut nadi, tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, dan kulit menunjukkan rona kemerahan

b.     Plateau

Pada fase kedua ini, perubahan fisik yang terjadi di fase pertama tadi terus berlanjut

c.      Orgasm

Ini merupakan fase terpendek, antara ketiga fase diatas. Pada fase ini melibatkan kontraksi otot berirama

d.     Resolution

Pada fase ini, tubuh Kembali ke kondisi sebelum munculnya gairah seksual.

2.      Sexual Orientation

Merupakan produk gabungan antara biologi dan lingkungan.

a.     Heteroseksual

Ketertarikan kepada lawan jenis. Heteroseksual ini merupakan orientasi seksual paling umum yang juga dapat diterima masyarakat

b.     Homoseksual

Ketertarikan kepada yang sesama jenis

c.      Biseksual

Ketertarikan pada kedua nya, baik yang sejenis maupun yang berlawanan jenis.

d.     Aseksual

Kurangnya ketertarikan pada siapapun atau dengan kata lain kurangnya minat melakukan aktivitas seksual

D.     Sexual Health

Kesehatan seksual dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti factor social, budaya, psikologis, maupun gabungan dari semua factor. Untuk menjaga kesehatan seksual, kita harus menghidari kontak seksual secara bebas. Dalam melakukan kontak seksual secara bebas, dapat meninbulkan banyak dampak, salah satunya adalah terkena penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual ini, bisa disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus dan diketahui oleh banyak orang adalah AIDS (acquired immune deficiency syndrome). AIDS disebabkan oleh infeksi virus, khususnya Human immunodeficiency virus atau HIV. HIV menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh seseorang serta menyebabkan seseorang dapat rentan terkena infeksi “oportunistik”. Namun, orang-orang yang memiliki HIV tidak selalu terkena AIDS tetapi mereka memiliki risiko untuk mengembangkan AIDS dimasa yang akan datang.

Adapun contoh penyakit menular seksual lainnya:

Nama Penyakit

Penyebab

Gejala

Klamidia

Infeksi bakteri yang berkembang didalam sel tubuh

Testis bengkak, keluar, terbakar saat buang air kecil; Wanita mungkin Tidak mengalami gejala

Sifilis

Infeksi bakteri

Luka yang muncul pada atau di area genital dan dapat menyebar ke Bagian tubuh dan otak

Gonorhea

Infeksi bakteri yang tumbuh dengan cepat di daerah yang hangat dan lembab di tubuh (mulut, anus, tenggorokan, alat kelamin)

Pada pria, cairan berbau busuk dan keruh dari penis, terbakar saat buang air kecil; pada wanita, serviks meradang, keputihan ringan

Genital Herpes

Virus herpes simpleks

Luka pada area genital; gatal, terbakar, berdenyut, "pin-andneedles" sensasi di mana luka akan muncul

 

Karena banyaknya penyakit yang bisa disebabkan oleh tidak menjaga kesehatan seksual, salah satunya HIV, oleh karena itu menjaga kesehatan seksual adalah hal yang sangat penting, adapun cara menjaga kesehatan seksual yaitu :

a.     Menjaga pola makan

b.     Tidak melakukan seks bebas

c.      Menikah

d.     Tidak melakukan pemakaian jarum suntik secara Bersama

e.      Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar dan Klasifikasi Bidang Psikologi

Gangguan Psikologis

Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Tes Mental