Psikologi Sosial
Psikologi Sosial
Annisa Melati Putri Wijaya // 2110322021
Psikologi social merupakan studi ilmiah tentang
bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh kelompok social. Psikologi social juga bisa disebut sebagai
cabang ilmu psikologi yang focus pada bagaimana kehadiran orang lain dapat
mempengaruhi perilaku kita.
A. Social Influence
Social influence atau pengaruh social merupakan proses
nyata yang mana kehadiran seseorang dapat mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan
perilaku seseorang, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
1. Conformity (kesesuaian)
Merupakan
sebuah usaha untuk merubah perilaku kita sendiri untuk match atau sesuai dengan
perilaku orang lain.
Contohnya
seorang anak yang merubah penampilannya agar sesuai dengan gaya berbusana
teman-temannya
2. Group Behavior
a. The Hazards of Groupthink
Groupthink
merupakan jenis pemikiran yang terjadi Ketika seseorang atau suatu kelompok itu
lebih mendahulukan kekompakan kelompoknya dibandingkan fakta yang dari masalah
yang diperhatikan oleh kelompok tersebut.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan
groupthink ini, seperti:
o
pemimpin dari suatu kelompok itu tidak boleh memihak
kepada siapapun
o
suatu kelompok hendaknya meminta pendapat seseorang
dari luar kelompok, dan
o
lakukan voting atau pengambilan suara secara rahasia
(bukan dengan cara menganggkat tangan didalam forum).
Berikut
beberapa karakteristik dari groupthink
o
Invulnerability = anggota kel merasa mereka tidak akan
gagal
o
Rationalization = angota kel menjelaskan tanda
peringatan dan membantu sesame untuk merasionalisasikan keputusan mereka
o
Lack of introspection = anggota kel tidak memperhatikan
implikasi atau dampak etis dari keputusan mereka, karena mereka yakin bahwa
mereka tidak akan membuat suatu keputusan yang tidak sesuai moral
o
Stereotyping = anggota kel men-stereotip kan lawan
mereka itu lemah, bodoh, dan tidak masuk akal
o
Pressure = anggota kel menekan anggotanya untuk tidak
mempertanyakan pendapat yang berlaku
o
Self-deception = anggota kel menebarkan ilusi bahwa
semua anggota didalam kel setuju dengan keputusan yg ada
o
Lack of disagreement = kel tidak menyampaikan pendapat
yg bertentangan dengan konsekuensi atau kesepakatan kel
o
Insularity = kelompok mencegah anggotanya untuk
mendengar pendapat dari luar yang memiliki potensi menjadi informasi yg
bermanfaat.
b. Group Polarization
Atau disebut juga dengan fenomena “risky shift”
merupakan kecenderungan bagi anggota yang mengikuti diskusi kelompok untuk
mengambil posisi yang lebih ekstrim dan menyarankan Tindakan yang lebih
berisiko dibandingkan dengan individu yang tidak berpartisipasi dalam diskusi
kelompok. Group poralization ini dianggap terjadi karena pengaruh social normative
dan informatif.
c. Social Facilitation
dan Social Loafing
o
Social facilitation merupakan kecenderungan adanya pengaruh positif
dari keberadaan orang lain terhadap performa seseorang. Sedangkan kecenderungan
adanya pengaruh negative nya, disebut dengan social impairment
o
Social loafing merupakan kondisi dimana seseorang yang
“malas” cenderung tidak akan melakukan pekerjaan yang baik Ketika ada orang
lain yang juga melakukan hal itu, sebaliknya Ketika suatu pekerjaan hanya
dilakukan oleh diri nya sendiri, maka ia akan melakukan pekerjaan itu dengan
jauh lebih baik. Social loafing ini sangat bergantung pada asumsi seseorang
bahwa tanggung jawab mereka akan lebih sedikit Ketika ada dalam suatu grup atau
kelompok.
d. Deindividuation
Merupakan
kondisi dimana seorang pribadi itu mengalami pengurangan identitas diri,
pengendalian diri, dan perasaan tanggung jawab pribadi yang biasa terjadi dalam
suatu kelompok.
3. Compliance
Merupakan
kondisi dimana seseorang mengubah perilakunya atas permintaan atau arahan dari orang
lain atau suatu kelompok.
contohnya ketika seorang teman meminta tolong untuk diajarkan suatu materi dari suatu mata kuliah.
Ada
beberapa teknik, yaitu:
a. Foot-in-the-door-technique
Terjadi
Ketika compliance dengan permintaan kecil diikuti oleh permintaan yang lebih
besar, maka seseorang itu akan sangat mungkin untuk menuruti permintaan itu
karena mereka telah menyetujui permintaan yang lebih kecil sebelumnya dan
orang-orang juga ingin memperlihatkan perilaku konsisten dari sikap mereka
sebelumnya.
Contohnya
Ketika seorang sales meminta kita untuk mendengarkan produk yang ia jual,
setelah itu sales meminta kita berfoto Bersama produk yang ia jual, maka kita
akan cenderung memberikan bantuan tersebut.
b.
Door-in-the-face-technique
Terjadi Ketika
diberikannya permintaan besar yang akan selalu ditolak, setelah itu memberikan
permintaan lebih kecil dan lebih masuk akal yang biasanya akan memperoleh compliance.
Contohnya
Ketika seorang sales meminta kita untuk berfoto dengan produk yang ia tawarkan,
maka kita akan langsung menolak. Lalu, sales itu meminta kita untuk
mendengarkan penjelasannya setidaknya 3 menit saja, maka menurut kita hal
tersebut akan lebih mungkin untuk dilakukan.
c. Lowball technique
Teknik
ini berkaitan dengan foot-in-the-door-technique, yang mana setelah suatu komitmen
itu dibuat, maka cost dari komitmen itu akan meningkat.
4. Obedience
Merupakan
pengubahan perilaku dikarenakan adanya figure otoritas atau perintah dari yang
berwenang.
Misalnya seorang dosen yang memerintahkan mahasiswanya untuk mengumpulkan tugas tepat waktu
B. Social Cognition
Kognisi social merupakan sebuah proses mental yang
digunakan oleh seseorang untuk memahami dunia social disekitarnya.
1. Attitudes
Merupakan
kecenderungan untuk merespon positif atau negative terhadap orang tertentu,
situasi, ide, atau objek. Kecenderungan ini berkembang berdasarkan pengalaman
seseorang itu tinggal atau bekerja dengan orang lain.
a. The ABC models of
attitude
o
Affective component atau emotional component merupakan
bagaimana perasaan seseorang terhadap objek, person, atau situasi tertentu
o
Behavior component merupakan bagaimana perilaku yang
diambil oleh seseorang terhadai suatu objek, orang, atau situasi tertentu.
o
Cognitive component merupakan bagaimana seseorang itu
memikirkan orang lain, suatu situasi, atau suatu objek.
b. Attitude formation
o
Direct contact berarti terbentuknya sikap dengan cara
kontak langsung dengan orang, situasi, atau objek yang menjadi focus sikap kita
o
Direct instruction berarti pembentukan sikap melalui
instruksi langsung dari seseorang
o
Interaction with others merupakan pembentukan sikap
yang terjadi Ketika seseorang berada disekitar orang-orang dengan sikap
tersebut
o
Observational learning merupakan pembentukan sikap
yang terjadi dari hasil mengobservasi aksi dan reaksi orang lain terhadap suatu
objek, situasi, ataupun terhadap seseorang.
2. Attitude Change: The
Art of Persuasion
Merupakan
suatu proses dimana seseorang mencoba untuk mengubah keyakinan, pendapat,
posisi, atau Tindakan orang lain melalui argumen, pembelaan, atau penjelasan.
Ada
beberapa factor dalam keberhasilan persuasi:
a. Sources (sumber)
b. Message (pesan)
c. Target audience
d. Medium (cara atau
bentuk informasi yang diterima seseorang)
3. Cognitive Dissonance
Merupakan
perasaan tidak nyaman atau tertekan Ketika Tindakan seseorang tidak sesuai
dengan perilaku mereka seharusnya.
Ada
tig acara untuk mengurangi cognitive dissonance ini, yaitu:
a. Ubah perilaku yang
bertentangan agar sesuai dengan sikap seharusnya
b. Ubah kognisi mereka
yang bertentangan saat ini untuk membenarkan perilaku mereka
c. Bentuk kognisi baru
untuk membenarkan perilaku mereka
4. Impression Formation
Merupakan
pembentukan pengetahuan atau kesan pertama seseorang terhadap orang lain. Pada
impression formation ada Namanya primacy effect. Primacy effect merupakan
kesan seseorang saat pertama kali bertemu orang baru, maka kesan itu akan
bertahan meskipun nanti ada informasi yang mereka dapatkan.
a. Social categorization
Proses
dimana seseorang memasukkan orang yang ia baru temui kedalam kategori yang sama
dengan orang yang sebelumnya memiliki pengalaman dengannya
b. Implicit personality
theory
Merupakan
asumsi bahwa seseorang yang memiliki suatu sifat akan berhubungan dengan sifat
lainnya. Seperti asumsi bahwa seseorang yang good looking juga merupakan orang
yang ramah.
5. Attribution (atribusi)
Merupakan
proses menjelaskan perilaku, baik perilaku dari diri sendiri maupun perilaku
orang lain
a. Cause of behavior
o
Situational cause, berarti penyebab dari suatu
perilaku yang dikaitkan dengan factor eksternal, seperti keterlambatan,
perilaku orang lain, atau aspek situasi lainnya
o
Dispositional cause, berarti penyebab dari suatu
perilaku yang dikaaitkan dengan factor internal nya, seperti kepribadian atau
karakter.
b. Fundamental attribution
error
Kondisi
dimana seseorang terlalu meng overestimate kan factor internal sehingga orang
tersebut menjadi meng underestimate kan factor eksternal
C. Social Interactions
1. Prejudice and Discrimination
Prejudice
atau prasangka merupakan sikap negative yang dimiliki seseorang terhadap
seseorang di kelompok social tertentu. Sedangkan discrimination merupakan
kondisi dimana seseorang diperlakukan berbeda dari orang lain di situasi yang menuntut
perlakuan sama. Diskriminasi ini biasanya terjadi karena sikap prejudicial
tadi.
a. Tipe prejudice dan
discrimination
o
Agism = prasangka berdasarkan usia
o
Sexism = prasangkan berdasarkan gender atau jenis
kelamin
o
Racism = prasangka karena adanya perbedaan etnis
o
Scapegoating = mengkambinghitamkan seseorang
2. How People Learn and
Overcome Prejudice
a. Origins of prejudice
Menurut
teori kognisi social, prasangka ini dilihat sebagai sikap yang terbentuk dari
sikap lain yang dibentuk melalui instruksi langsung, pemodelan, dan social lainnya
yang berpengaruh pada belajar
o
Realistic conflict theory merupakan teori yang menyatakan bahwa prejudice dan
diskriminasi akan meningkat antar kelompok yang sedang memiliki konflik atas sumber
daya yang terbatas
o
Social identity theory merupakan teori yang menyatakan bahwa pembentukan
identitas social seseorang dalam kelompok social tertentu dijelaskan oleh
kategori social, identitas social, dan perbandingan social. Kategori social,
dimana seseorang mengkategorikan orang lain kedalam suatu kelompok tertentu. Identitas
social merupakan bagian dari self-concept termasuk cara pandang seseorang terhadap
dirinya sendiri sebagai anggota suatu kategori social tertentu. Perbandingan
social merupakan membandingkan diri sendiri dengan orang lain sebagai upaya
meningkatkan harga diri.
o
Stereotype vulnerability merupakan efek dari kesadaran
seseorang terhadap stereotip yang dikaitkan dengan mereka terhadap perilaku
mereka
b. Overcoming prejudice
Cara
terbaik untuk melawan prejudice adalah dengan edukasi: belajar tentang orang
yang berbeda dari kita dari berbagai aspek. Cara terbaik untuk belajar mengenai
orang lain adalah dengan melakukan kontak langsung dengan orang tersebut dari
pada memandang orang tersebut sebagai “strangers” atau “orang asing”.
o
Equal status contact ini telah terbukti dapat mengurangi prasangkan dan
diskriminasi. Equal status contact ini terjadi Ketika kelompok itu berada di
situasi serta kedudukan yang sama, dan memiliki kekuasaan yang sama, serta
keterlibatan orang-orang kooperatif didalam kelompok juga mendukung jalannya
equal status contact ini.
o
The Jigsaw Classroom ini membuat para siswa harus
bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang spesifik. Salah satu siswa akan
diberikan petunjuk yang harus ia bagikan di kelompoknya dan Bersama-sama mencapai
tujuan tertentu.
D. Liking and Loving
1. Liking
Menyukai
atau mengingkan suatu hubungan dengan orang lain disebut dengan “interpersonal
attraction”.
Ada
beberapa factor dalam ketertarikan seseorang dengan orang lain:
a. Physical attractiveness
Penelitian
menyatakan bahwa kecantikan fisik merupakan salah satu factor utama yang
mempengaruhi seseorang dalam memilih orang untuk mereka ketahui lebih lanjut.
b. Proximity – close to
you
Orang-orang
yang memiliki kedekatan secara fisik seperti bekerja dikantor yang sama atau
tinggal didaerah yang sama, akan lebih mungkin untuk membentuk suatu hubungan. Proximity
ini mengacu pada berada didekat orang lain secara fisik.
c. Similarity
Orang-orang
cenderung akan menyukai berada disekitar orang-orang yang memiliki kesamaan
dengan nya di beberapa hal
d. Reciprocity of liking
Orang-orang
memiliki kecenderungan yang kuat untuk menyukaii seseorang yang juga
menyukainya
2. Loving
a. Three components of
love
Menurut
Stenberg ada 3 komponen dasar dari love, yaitu:
o
Intimacy mengacu pada perasaan kedekatan seseorang
terhadap orang lain atau perasaan memiliki ikatan emosional yang erat dengan
orang lain.
o
Passion merupakan aspek fisik darii love. Passion ini
mengacu pada gairah emosional dan seksual yang dirasakan seseorang terhadap
orang lain
o
Commitment melibatkan keputusan tentang suatu hubungan.
b. The love triangles
o
Romantic love terjadi karena intimacy dan passion di
kombinasikan
o
Companionate love terjadi karena intimacy dan
commitment di kombinasikan. Pada companionate love, orang yang saling menyukai
akan merasakan kedekatan emosional satu sama lainnya dan memiliki komitmen
untuk hidup Bersama
o
Consummate love terjadi Ketika ketiga komponen dari
love ini dikombinasikan
E. Aggression and Prosocial
Behavior
1. Aggression
Kondisi
dimana seseorang menyakiti atau berusaha menghancurkan orang lain secara
sengaja, baik dengan kata-kata, secara fisik, atau secara psikologis. Salah satu
alasan terjadinya aggression adalah karena frustration (frustasi).
a. Aggression dan Biology
Ada
beberapa area di otak kita yang mengendalikan respon agresif, yaitu Lobus
frontal, amigdala, dan struktur lain dari sistem limbik. Area area ini terbukti
dapat memicu respon agresif Ketika dirangsang pada hewan dan manusia. Selain itu,
jugada ada pengaruh kimia pada agresi, seperti testosteron (hormone seks pria),
lalu Glutamat, dan serotonin yang merupakan neurotransmitter di otak yang diduga
juga dapar memicu agresi. Selain zat kimia dari tubuh kita, alcohol ternyata
juga dapat mempengaruhi agresi.
b. Social Learning
Explanations for Aggression
o
The power of social roles. Social role merupakan pola
perilaku yang diharapkan dari seseorang yang berada dalam posisi social tertentu.
o
Violence in the media and aggression. Sejak studi yang
dilakukan Bandura terhadap seorang anak yang diperlihatkan video agresif, para
peneliti mulai memeriksa dampak kekerasan pada televisi dan media lainnya terhadap
perilaku agresif anak-anak di berbagai usia.
2. Prosocial Behavior
Merupakan
suatu perilaku yang diinginkan secara social yang bermanfaat bagi orang lain.
a. Altruism
Merupakan
perilaku prososial yang dilakukan tanpa harapan imbalan yang mungkin saja melibatkan
resiko yang dapat melukai diri sendiri
b. Bystander Effect
mengacu pada efek kehadiran orang lain
terhadap keputusan untuk membantu atau tidak membantu, dengan bantuan menjadi
lebih kecil kemungkinannya karena meningkatnya jumlah pengamat
c. Five Decision Points in Helping Behavior
Komentar
Posting Komentar