Sensasi dan Persepsi

Sensasi dan Persepsi

A.    Sensasi (Sensation)

1.      Sensasi

·       Merupakan proses yang terjadi Ketika reseptor alat indera, seperti mata, telinga, hidung, kulit, dan pengecap diaktifkan kemudian stimulus yang datang dari luar ditangkap dan menjadi sinyal di otak. 

·       Transduction atau transduksi merupakan proses konversi luar rangsangan, seperti cahaya menjadi aktivitas saraf.

·       Synesthesia merupakan suatu gangguan dimana sinyal dari berbagai organ sensori diproses di area kortikal yang salah, sehingga mengakibatkan informasi ditafsirkan sebagai lebih dari satu sensasi

2.      Sensory Threshold

·       JND (just noticeable Difference) atau yang disebut juga hukum weber berarti Melihat bagaimana kita menentukan adanya perbedaan stimulus yang dapat kita deteksi. Seperti angka minimal yang membuat kita bisa membedakan bahwa ada dua stimulus berbeda diwaktu yang berbeda.

·       Absolute Threshold adalah jumlah minimum energi atau stimulus yang diperlukan untuk menghasilkan sensasi

Contoh absolute threshold :

3.      Habituation dan Sensory Adaptation

Otak kita cenderung lebih tertatik pada hal yang berubah-ubah daripada sesuatu yang konstan atau tetap.

·       Habituation (Habituasi) merupakan kecenderungan otak kita untuk berhenti memberi perhatian pada hal-hal yang konstan atau tidak berubah

·       Sensory adaptation merupakan kecenderungan sel reseptor sensori kita menjadi kurang responsive terhadap hal-hal yang konstan atau tidak berubah

·       Sensory analysis merupakan proses pemisahan informasi sensorik menjadi elemen-elemen penting

·       Sensory coding merupakan kode yang digunakan oleh organ indera untuk mengirimkan informasi ke otak. Tidak semua perbedaan antara dua stimulus bisa dikodekan. Oleh sebab itu psikofisika juga melibatkan difference threshold 

·       Difference threshold merupakan perbedaan minimum antara dua stimulus yang bisa dideteksi oleh pengamat

B.    The Science of Seeing

1.      Light and The Eye

a.     Light

Berdasarkan sifat psikologisnya, ada 3 aspek persepsi terkait cahaya, yaitu:

·       Brightness (kecerahan)

Kecerahan ditentukah oleh gelombang amplitude – seberapa tinggi atau seberapa rendah gelombang sebenarnya. Semakin tinggi suatu gelombang, maka semakin terang cahayanya, begitu juga sebaliknya semakin rendah gelombangnya, semakin redul cahayanya.

·       Warna, atau hue

Sebagian besar ditentukan oleh panjangnya suatu gelombang

Berikut gambar visible spectrum:



·       Saturation (saturasi)

Saturasi berarti kemurnian warna yang dirasakan oleh seseorang.

b.     Struktur Mata

·       Kornea = bertugas untuk melindungi mata dan juga memfokuskan cahaya yang masuk ke mata

·       Aqueous humor = merupakan cairan bening yang berfungsi untuk membawa nutrisi ke jaringan mata

·       Pupil = mengatur sedikit banyaknya cahaya yang masuk ke mata

·       Iris = memberi warna pada mata dan mengatur besar kecilnya pupil

·       Lensa = mengatur daya akomodasi agar bayangan jatuh tepat di retina. Pada lensa bisa terjadi suatu proses yang disebut “visual accommodation” yang dimana merupakan kondisi Ketika terjadi perubahan ketebalan lensa karena mata kita focus pada objek yang jauh atau dekat.

·       Vitreous humor = berperan dalam memberikan bentuk pada mata dan meneruskan rangsangan dari lensa ke retina

·       Retina = pada retina terdapat sel yang disebut “rods (sel batang)” dan “cones (sel kerucut)”, sel ganglion, dan sel bipolar. Retina sendiri berperan dalam menyerap dan memproses informasi cahaya. Dalam menjalankan perannya ini, retina dibantu oleh sel rods (bertanggung jawab pada penglihatan kondisi gelap) dan cones (bertanggung jawab pada penglihatan terang dan ketajaman penglihatan) dalam menerima foton cahaya dan merubahnya menjadi sinyal saraf untuk otak, setelah itu mengirimkannya ke sel bipolar dan menuju sel ganglion yang aksonnya membentuk saraf optic.

·       Blind spot (titik buta) = merupakan area pada retina yang merupakan tempat akson-akson tiga lapisan sel retina keluar dari ata untuk membentuk saraf optic. Titik buta ini tidak peka terhadap cahaya.

Berikut gambar persilangan saraf optic:

2.      Perception of Color

a.     Trichromatic Theory

Trichromatic theory atau “three colors” theory pertama kali di temukan oleh Thomas Young pada 1802, kemudia dimodifikasi oleh Hermann von Helmholtz pada 1852. Teori ini menyatakan bahwa ada 3 tipe cones (sel kerucut), yaitu ada merah, biru, dan hijau serta warna lainnya akan berasal dari campuran ketiga warna tersebut.

Gambar penyerapan cahaya dari sel batang dan 3 sel kerucut

b.     Opponent-Process Theory

Teori trikomatik tidak dapat menjelaskan fenomena “afterimages”. Afterimages ini terjadi Ketika sensasi visual bertahan dalam waktu yang sangat singkat bahkan setelah stimulus yang asli di hapus. Nah fenomena afterimages ini dapat dijelaskan dengan “Opponent-Process Theory”. Opponent-Process Theory ini merupakan teori penglihatan warna yang mengusulkan neuron visual dirangsang oleh cahaya satu warna dan dihambat oleh cahaya warna lain.  Opponent-Process Theory ini juga merupakan teori penglihatan warna bedasarkan tiga system pengkodean, yaitu merah atau hijau, kuning atau biru, dan hitam atau putih

c.      Color Blindness

Merupakan kondisi seseorang tidak mampu mengenali warna dengan baik. Buta warna ini disebabkan karna kerusakan cons (sel kerucut) pada retina mata. Ada tiga jenis kerusakan penglihatan warna:

·       Monochrome color blindness, merupakan kondisi dimana seseorang tidak memiliki cones atau seseorang yang memiliki cones tetapi tidak berfungsi sama sekali

·       Dichromatic vision, merupakan keadaan dimana tidak berfungsinya satu dari tiga cones, atau hanya dua cones saja yang berfungsi.

·       Tritanopia, merupakan kondisi seseorang yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa melihat warna biru dan kunig sehingga dia hanya bisa melihat warna merah, hijau, dan bayangan abu-abu.

Kesimpulan dari the science of seeing :

C.  The Hearing Sense

1.      Sound waves and the ear

Gelombang suara memiliki sifat yang sama dengan gelombang cahaya, yaitu:

·       wavelength (Panjang gelombang) ini ditafsirkan otak sebagai frekuensi atau nada yang memiliki tingkatan tinggi, sedang, dan rendah.

·       Amplitude, amlitudo ini ditafsirkan oleh otak sebagai volume, yang berarti seberapa lembut atau kuatnya suatu suara.

·       Purity (kejernihan) yang disebut juga dengan timbre (warna nada) yang nanti menjadi kekayaan dalam suatu nada.

a.     The structure of the ear

·       Telinga luar

Adapun bagian bagian dari telinga luar :

o   Pinna merupakan bagian luar terlinga yang berfungsi untuk menyalurkan gelombang suara dari luar kedalam struktur telinga

o   Auditory canal atau ear canal atau saluran pendengaran merupakan terowongan kecil yang menuju ke membrane timpani (gendang telinga). Ketika gelombang suara mengenai gendang telinga, maka tiga tulang kecil pada telinga tengah akan bergetar

·       Telinga tengah

Adapun bagian bagian dari telinga tengah

o   Pada telinga tengah terdapat tiga tulang kecil yaitu, hammer (malleus) atau tulang palu, anvil (incus) atau tulang landasan, dan stirrup (stapes) atau tulang sanggurdi. Secara kolektif, Ketika tulang ini disebut “ossicles” dan tulang tulan ini merupakan tulang terkecil di tubuh kita. Getaran dari ketiga tulang ini memperkuat getaran pada gendang telinga.

o   Tulang sanggurdi merupakan tulang yang menyebabkan membrane penutup telinga dalam bergetar

·       Telinga dalam

Bagian bagian telinga dalam :

o   Oval window (tingkap oval) berfungsi sebagai pembatas antara telinga dalam dan telinga tengah serta juga berfungsi untuk penerus getaran dari tulang sanggurdi menuju koklea.

o   Koklea merupakan bagian dari telinga dalam yang berbentuk seperti rumah siput. Pada koklea terdapat cairan yang mengelilingi membrane basilaris. Koklea ini berfungsi untuk mengubah gelombang suara menjadi impuls listrik untuk diteruskan ke otak.

o   Membrane basilaris, berfungsi sebagai tempat peristirahatan organ corti (bagian tengah koklea) yang berisi sel reseptor untuk indera pendengaran

o   Hair cells atau sel rambut merupakan sel yang ada pada organ corti yang merupakan reseptor suara

o   Auditory nerve, merupakan bundelan akson dari hair cells yang terdapat di telinga dalam

2.      Perceiving Pitch

Pitch atau nada ini mengacu pada tinggi rendahnya suara. Ada tiga teori terkait bagaimana otak menerima informasi terkait nada

a.     Place Theory (Hermann von Helmholtz, 1863)

Pada teori ini dijelaskan bahwa tinggi rendahnya suatu nada yang kita dengar, itu bergantung pada keberadaan hair cells (sel rambut) di organ cortin (bagian tengah koklea). Misal jika seseorang mendengar nada tinggi, maka hair cells yang terletak di dekat oval window akan terstimulasi, begitu juga sebaliknya jika seseorang mendengar nada rendah, maka hair cells yg tersitumulasi terletak lebih jauh.

b.     Frequency Theory (Ernest Rutherford, 1886)

Teori ini menyatakan bahwa tinggi rendahnya suatu nada, tergantung pada kecepatan getaran dalam membrane basilaris. Jadi semakin cepat membrane basilaris bergetar, semakin tinggi nadanya dan semakin lambat membrane basilaris bergetar, semakin rendah juga nadanya. Pada teori ini, semua neuron pendengaran bekerja disaat yang bersamaan

c.      Volley Principle (Ernest Wever and Charles Bray)

Teori ini menyatakan bahwa frekuensi 400Hz sampai 4000Hz akan menyebabkan hair cells (saraf pendengaran) menembak dalam pola voli, atau bergantian.

3.      Types Of Hearing Impairments

a.     Conduction hearing impairment (ganguan pendengaran konduksi)

Berarti gangguan pendengaran yang disebabkan oleh gangguan pada mekanisme telinga tengah atau telinga luar sehingga menyebabkan getaran suara tidak dapat diteruskan dari gendang telinga ke koklea. Penyebabnya adalah kerusakan pada gendang telinga atau infeksi pada tulang telinga tengah.

b.     Nerve Hearing Impairment (gangguan saraf pendengaran)

Berarti gangguan pada telinga dalam atau pada jalur pendengaran dan korteks bagian otak. Gangguan ini disebabkan karena penuaan yang menyebabkan hilangnya sel” rambut di koklea, paparan suara keras, atau bisa juga disebabkan karena infeksi.

Kesimpulan dari the hearing sense :

D.  The Chemical Sense

1.      Gustation (The Sense of Taste)

a.     Taste buds atau sel reseptor rasa

Sel reseptor rasa ini bertanggung jawab atas sensari rasa. Sel reseptor ini Sebagian besar terletak di liddah, namun ada juga di langit-langit mulut, di bagian dalam pipi, dibawah lidah, bahkan di tenggorokan. Seberapa peka seseorang terhadap rasa tergantung pada banyak taste buds yang dimiliki seseorang. Rata rata kita memiliki sekitar 500 sel reseptor rasa, namun ada juga yang memiliki 20 kali lipat dari itu.

b.     The Five Basic Taste

Berdasarkan hasil penelitian, lidah kita dapaat merasakan lima jenis rasa dasar, yaitu manis, panit, asam, asin, dan umami (glutamate).

2.      The Sense Of Scents: Olfaction

Kemampuan mencium bau disebut “olfactory atau olfactory sense”

a.     Olfactory Receptors Cells

Sel reseptor penciuman ini memiliki rambut rambut kecil yang disebut silia yang menonjol kedalam rongga. Pada silia itu ada reseptor yang mengirim sinyal ke otak ketika dirangsang oleh molekul zat ketika udara bergerak melewatinya. Sama seperti reseptor lainnya, reseptor penciuman juga akan mati secara alami, kira kira 5 hingga 8 minggu. Namun tidak seperti indra lainnya yang melewati thalamus dan menuju korteks, olfactory menuju tempat khusus yang disebut olfactory bubs.

b.     Olfactory Bubs

Terletak diatas rongga sinus, di setiap sisi otak tepat di bawah lobus frontal. Reseptor penciuman langsung mengirim sinyal ke bubs ini yang kemudian diteruskan ke korteks yang lebih tinggi termasuk korteks penciuman (korteks piriform), korteks orbitofrontal, dan amigdala

Kesimpulan chemical sense

E.    Somesthetic Senses

·       Lapisan kulit kita memiliki banyak reseptor dan beberapa dari reseptor itu hanya bereaksi pada satu jenis sensasi saja.

·       Reseptor kulit menghasilkan setidaknya lima sensasi berbeda cahaya, sentuhan, tekanan, rasa sakit, dingin, dan kehangatan

·       Vestibular sense merupakan kesadaran akan keseimbangan, posisi, dan perpindahan kepala dan tubuh melalui ruang yang berkaitan dengan gravitasi mekanik. Organ vestibular sense ini terdiri atas 2, yaitu otolith organs dan semicircular canals.

·       Sensory conflict theory merupakan penjelasan terkait “mabuk perjalanan” yang dimana informasi yang diterima mata bertentangan dengan informasi yang diterima oleh indera vestibular, sehingga menghasilkan pusing, mual, dan rasa tidak nyaman.

Kesimpulan somesthetic senses

F.    Perception (Persepsi)

Persepsi berarti suatu metode yang dimana otak mengambil semua sensasi yang dialami seseorang pada saat tertentu dan memungkinkan mereka untuk ditafsirkan dengan cara yang berarti. Singkatnya, persepsi ini berarti penerjemahan dari sensasi.

1.      How We Organize Our Perception

a.     Perceptual constancies

Merupakan kondisi dimana kita bisa mempersepsikan sesuatu sebagai satu kesatuan meskipun ada perubahan kondisi pada objek tersebut.

·       Size constancy = kecenderungan untuk menafsirkan suatu objek sebagai ukuran yang sama meskipun retina kita menangkap objek tersebut kecil. Misalnya suatu kayu yang tingginya 1m, terlihat pendek maka kita akan menganggap bahwa kayu itu berada jauh dari kita.

·       Shape constancy = kecenderungan kita untuk mempersepsikan suatu objek itu konstan meskipun objek tersebut sudah berubah di retina kita.

·       Brightness constancy = kecenderungan untuk merasakan kecerahan dari suatu objek bahkan Ketika kondisi cahayanya berubah.

b.     Gestalt principles

Menurut Kohles, persepsi gestalten merupakan penglihatan yang diproses didalam otak.

·       Figure – ground relationship = kecenderungan untuk melihat suatu objek sama seperti yang ada di latar belakangnya

·       Proximity = kecenderungan untuk merasakan suatu objek yang berdekatan sebagai satu kesatuan kelompok

·       Similarity = kecenderungan kita untuk menafsirkan suatu objek yang sama atau mirip berada pada satu kelompok kesatuan yang sama.

 

·       Closure = kecenderungan untuk melengkapi suatu obejk yang belum lengkap.


·       Continuity = objek akan dianggap berhubungan dan berkesinambungan (kontinuitas) padahal itu adalah 2 objek yang seolah-olah terlihat menjadi satu



·       Contiguity = kecenderungan untuk memahami dua hal yang terjadi berdekatan dalam waktu yang terkait.

·       Common region = kecenderungan untuk mempersepsikan objek yang berada di area atau wilayah yang sama, berada dalam satu kelompok

 

2.      Depth Perception

Merupakan kemampuan untuk memahami atau mempersepsikan dunia dalam tiga demensi

a.     Monocular cues (pictorial depth cues)

Suatu isyarat untuk memahami suatu kedalaman berdasarkan satu mata saja.

·       Linear perspective = kecenderungan garis sejajar muncul berkumpul satu sama lain


  

·       Relative size = suatu persepsi dimana seseorang mengharapkan suatu objek memiliki ukuran yang tampak kecil, maka dibuatlah objek tersebut lebih jauh.

 
    

·       Overlap (interposition) = suatu asumsi ketika satu objek memblokir atau menutupi objek lainnya, maka orang -orang mengasumsikan objek yang terblokir itu berada di belakang objek lainnya yg lbh dekat dengan si pelihat.

·       Aerial (atmospheric) perspective = kondisi dimana suatu objek yang lebih jauh dari penglihat akan menjadi kabur sehingga menyebabkan jaraknya dianggap besar.

·       Motion parallax = suatu persepsi tentang pergeseran atau perpindahan objek yang dimana Ketika suatu beda berada didekar kita, maka benda tersebut akan bergerak lebih cepat dari pada benda yang jarakanya jauh dari kita.

·       Accommodation = penggunaan informasi oleh otak untuk mengubah ketebalan lensa Ketika melihat objek yang jauh atau objek yang dekat.

b.     Binocular cues

Suatu fitur dari persepsi yang memberikan informasi tentang jarak dan ruang tiga dimensi menggunakan dua mata.

·       Convergence = rotasi kedua mata pada rongganya untuk focus pada suatu objek. Objek yang lebih dekat akan menghasilkan kovergensi yang lebih besar dan objek yang lebih jauh akan menghasilkan konvergensi yang lebih rendah

·       binocular disparity = perbedaan bayangan antara kedua mata. Dimana bayangan lebih besar untuk objek yang dekat dan bayangan kecil untuk objek yang lebih jauh

3.      Perceptual Illusions

a.     The herman grid

Ilusi ini dikaitkan dengan respon neuron di korteks visual primer yang merespon paling baik terhadap batang cahaya dengan orientasi tertentu

b.     Müller-Lyer Illusion

Merupakan ilusi Panjang gasris yang terdistorsi dengan memutar kedalam atau keluar sudut diujung garis sehingga menyebabkan garis yang sama Panjang tampak berbeda.

c.      Moon illusion

Menjelaskan dimana bulan di cakrawala tampak lebih besar dibandingkan bulan yang ada di langit. Hal ini disebabkan karena bulan dilangit itu hanya sendiri tanpa adanya isyarat untuk kedalaman disekitarnya, sedangkan bulan di cakrawala itu dikelilingi oleh pohon atau rumah rumah sehingga membuat bulan di cakrawala tampak lebih besar.

d.     Illution of motion

Merupakan suatu kondisi berupa ilusi gerak yg menyebabkan objek yang sebenarnya diam seolah olah bergerak

e.      Factor lainnya yang mempengaruhi persepsi

·       Perceptual set (perceptual expectancy) = kecenderungan untuk merasakan sesuatu karena adanya pengalaman atau harapan yang mempengaruhi persepsi tersebut

·       Top-down processing = penggunaan pengetahuan yang sudah kita miliki untuk menanggapi berbagai stimulus atau rangsangan yang datang pada tubuh kita

·       Bottom-up processing = analisis fitur yang lebih kecil untuk membangun satu kesatuan yang utuh atau dengan kata lain kita mengumpulkan pengalaman sensoris yang nantinya kita up ke otak kita.

Kesimpulan serba serbi persepsi

 

Annisa Melati Putri Wijaya

2110322021


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar dan Klasifikasi Bidang Psikologi

Gangguan Psikologis

Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Tes Mental