Psikologi Gestalt dan Kognitif
Psikologi Gestalt &
Kognitif
A. Antecedents
of Gestalt Psychology
Kognisi manusia dapat
dipelajari secara filosofis sepanjang sebagian besar sejarah psikologi.
·
1950 = minat dalam
psikologi kognitif meningkat
·
1960 = desakan Hebb agar
metode ilmiah yang digunakan para behavioris diterapkan pada studi kognisi
manusia juga
·
1967 = dengan menggunakan
beberapa prinsip dasar, khususnya teori informasi, Neisser memasukkan berbagai
temuannnya dalam psikologi kognitif
·
1969 : Miler (Presiden APA)
menjelaskan sejauh mana psikologi kognitif eksperimental berdasarkan teori
informasi yang sudah berkembang
·
Sebelumnya pada 1950an,
Alan Turing menciptakan sebuah kecerdasan buatan (AI) yang dimana melalui AI
ini dikembangkan lah psikologi kognitif
·
Tujuan utama dari psikologi
pemrosesan informasi adalah menentukan sistem atau mekanisme dalam memproses
informasi yang digunakan manusia
·
Akhir 1970 : psikologi
pemrosesan informasi bergabung dengan peneliti dari disiplin lain membentuk
ilmu kognitif
B. The
Founding of Gestalt Psychology
1. Max
Wertheimer (1880-1943)
Weithemer
menulis banyak artikel dalam bahasa inggris, seperti etika, kebenaran,
demokrasi dan lainnya. Pada Oktober 1988 ia menerima kehormatan tertingginya
berupa plakat Wilhelm Wundt
2. Kurt
Koffka
Pada
1922, ia menulis artiker berbahasa inggris yang berjudul "Persepsi :
sebuah pengantar teori gestalt". Selain persepsi, pada gestalist juga
tertarik dalam banyak masalah filosofis serta dalam belajar dan berpikir.
3. Wolfgang
Köhler
Kohler
percaya bahwa psikologi AS membuat kesalahan serupa dalam penerimaan mereka
secara luas operasionalisme.
C. Perceptual
Contancies and Peceptual Gestaltten
1. Perceptual
Contancies
·
Cara kita menanggapi objek
seolah-olah mereka adalah sama, meskipun stimulasi sebenarnya indra kita
menerima hal yang mungkin sangat bervariasi
·
Fenomena ini bukanlah
sebuah fungsi sensasi yang ditambah dengan aktivitas belajar, tetapi merupakan
fungsi dari aktivitas otak yang sedang berlangsung dan aktivitas bidang
·
Kohler menegaskan bahwa
persamaan persepsi bukan karna pembelajaran, tetapi karena hubungan antar objek
sama dan aktivitas otak tetap sama
2. Perceptual
Gestaaltten (menurut Kohler, persepsi gestalten merupakan penglihatan yang
diproses di dalam otak )
·
Menurut psikolog Denmark E.
Rubin, pembagian mendasar adalah dengan konsep Hubungan Gambar Darat ( Figure
Ground) dua objek masing-masing bisa jadi foreground dan background.
Masing-masing bisa diidentifikasi sebagai objek tanpa harus mendahulukan salah
satunya
· Prinsip
Continuity (Kontinuitas), objek akan dianggap berhubungan dan berkesinambungan
(kontinuitas) padahal itu adalah 2 objek yang seolah-olah terlihat menjadi satu
· Prinsip
Proximity (Kedekatan), objek-objek yang berdekatan dan membentuk suatu pola,
akan dianggap menjadi satu kesatuan
· Prinsip
Inklusivitas, bila ada lebih dari satu gambar, kemungkinan besar kita akan
melihat gambar yang berisi rangsangan paling banyak
· Prinsip
Similarity (Kesamaan bentuk) Objek-objek yang bentuk dan elemennya mirip akan
dikelompokkan sebagai suatu kesatuan
· Prinsip Closure (penutupan bentuk), orang akan cenderung menyatukan suatu objek yang memiliki bagian kurang lengkap
D. The
Gestalt Explanation and Learning
1. Cognitive
Trial and Error
·
Para gestalit percaya bahwa
aktivitas otak cenderung menuju keseimbangan, sesuai dengan hukum pragnanz
·
Ketika ada suatu masalah,
maka akan terjadi ketidakseimbangan hingga masalah itu selesai. Kondisi tidak
seimbang ini menyebabkan ketegangan yang akhirnya mengaktifkan organisme hingga
masalah itu terselesaikan
·
Para gestalis menekankan
trial dan kognitif error sebagai lawan untuk trial dan perilaku error, mereka
percaya bahwa organisme datang untuk melihat solusi suatu masalah
2. Insightful
Learning
·
Dalam melakukan
eksperimennya, Kohler menggunakan kera sebagai objeknya. Ia menangguhkan objek
yang diignkanoleh kera tersebut, seperti pisang, ia meletakkan pisang diudara,
jauh dari jangkauan hewan itu, lalu ia meletakkan benda seperti kotak dan
tongkat yang bisa digunakan untuk mendapatkan pisang.
·
Dalam mempelajari suatu
pembelajaran, Kohler menggunakan sesuatu yang disebut "masalah jalan
memutar", dimana hewan dapat melihat tujuannya tetatpi tidak mampu
mencapainya secara langsung.
·
Para gestalis menyimpulkan
bahwa ketika suatu organisme disajikan suatu masalah yang diiringi dengan hal
yang dapat mencapai solusi dari masalah tersebut, maka insightful learning
biasanya terjadi.
·
Adapun 4 karakter insightful
learning :
o
the transition from
presolution to solution is sudden and complete
o
performance based on a
solution gained by insight is usually smooth and free of errors
o
a solution to a problem
gained by insight is retained for a considerable length of time
o
a principle gained by
insight is easily applied to other problems.
3. Transposisi
·
Setelah melihat percobaan
Kohler, para gestalist menyatakan bahwa organisme mempelajari prinsip atau
hubungan bukan respon spsifik untuk situasi tertentu.
·
Transposisi adalah kondisi
dimana ketika suatu organisme akan menerapkan sesuatu yang telah dipelajarinya.
·
Penjelasan behavioristik
space tentang transposisi didasarkan pada generalisasi. Space mengasumsikan
bahwa kecenderungan untuk mendekati stimulus positif, menggeneralisasikan
rangsangan terkait lainnya.
E. The
Impact of Psychology Gestalt
1. Mempengaruhi
banyak aspek psikologi modern
2. Memperkaya
Psikologi Amerika
3. Melawan
behaviorisme ekstrem
4. Psikologi
Gestalt memiliki peran dalam mengarahkan psikolog untuk menjauhi kesadaran dan
perilaku tidak signifikat
5. Teori
belajar Gestalt diaplikasikan dalam pendidikan dan pengajaran.
Annisa
Melati Putri Wijaya
2110322021
Komentar
Posting Komentar