Psikoanalisis
PSIKOANALISIS
Psikoanalisis ini lebih membahas terkait
kepribadian
Adapun tokoh-tokoh terkait psikoanalisis ini adalah
A. Sigmund Freud (1856–1939)
Memiliki
basic yang sama dengan ahli sebelumnya, yaitu dokter. Jika tokoh sebelumnya
banyak membahas terkait "Consciousness". Freud sendiri percaya bahwa
tidak semuanya berasal dari otak.
Kita
ada sesuatu yang kita tidak sadari, tetapi mempengaruhii kita, maka keluarlah
teori ID, Ego, Super Ego.
- ID = Sesuatu yang didalam, tetapi tidak kita
sadari (drive, libido) karena tidak bisa dikeluarkan, akhirnya dialihkan
pada sesuatu hal yang lebih ramah di masyarakat
- Ego = Consiousness (Filter), mengontrol apa
yang harus kita penuhi, mana yang tidak
- Super Ego = aturan yang megikat dan
mengendalikan Ego
Kelemahan dari teori Freud ini
- Bagaimana kita menghitung sesuatu yang bahkan
kita tidak sadari
- Anak anak adalah bagian dari orang dewasa
(menyamakan anak" dan org dewasa)
- Teori Freud cenderung negatif karena dia
menyampaikan teori berdasarkan klien"nya (studi kasus) sehingga tidak cocok ketika di
generalisasi pada orang yang tidak mengalami mental illness
B. Anna Freud (1895-1982)
Anna
disertifikasi sebagai psikoanalisis setelah tahun 1992. ia mempresentasikan
makalahnya tentang fantasi anak-anak kepada
Vienna
Psychoanalytic Society.
1. Psikologi Ego
Anna
lebih menekankan ego dalam analisis anak daripada orang dewasa. Anna
mengemukakan garis perkembangan berisi urutan tahap perkembangan anak komponen
garis perkembangan :
- Dari ketergantungan menjadi mandiri
- Dari mengisap menjadi makan makanan keras
- Dari membasahi dan mengotori menjadi makan
makanan keras
- Dari tidak bertanggung jawab menjadi tanggung
jawab dalam pengelolaan tubuh
- Dari egosentris menjadi persahabatan
- Dari bermain ke kerja
2. Mekanisme Pertahanan
Jika
Freud menyatakan 7 mekanisme pertahanan, Anna memperluasnya dan menambahnya
dengan isolasi, ascetism, denial, sublimasi, undoing, introyeksi, reversal, dan
turning against the self sublimation
C. Carl Jung (1875-1961)
1. Libido, menurut Jung energi
libidanal adalah kekuatan kreatif yang
diterapkan
dalam kehidupan psikologis dan dapat diterapkan
untuk
kepuasan biologis dan kebutuhan filosofis atau spiritual
2. Ego, menurut Jung ego
adalah konsep yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan fisik
3. Ketidaksadaran Kolektif dan
Arketipe, K. Kolektif adalah komponen
Mencerminkanpengalaman
komulatif dari masa lalu. K. Arketipe
adalah
gambaran umum berinteraksi dengan peristiwa dalam hidup
4. Ketidaksadaran Pribadi,
adalah pengalaman yang ditekan atau hilang begitu saja secara sadar maupun
tidak
5. Sikap, Jung membagi sikap
menjadi 2 yaitu introversi dan ekstroversi.
introversi
adalah pendiam, imajinatif dan ide tidak tertarik berinteraksi dengan orang
lain. Sedangkan ekstroversi adalah sikap ramah dan suka bergaul.
6. Kausalitas, Telelogi, dan
Sinkonisitas,
Teorinya
Jung mengandung 'Teleologi' yaitu tujuan menurut nya seseorangbdidorong oleh
masa lalu ditarik oleh masa depan. Sinkronisitas juga hal penting dalam
membentuk kepribadian sinkronisitas atau kebetulan yang berarti. Sinkronisasi
terjadi ketika dua atau lebih peristiwa, masing-masing dengan kausalitas
independennya sendiri, berkumpul dalam cara yang bermakna.
5. Mimpi, menurut Jung mimpi
adalah ekspresi aspek jiwa yang terbelakang.
6. Pentingnya Usia Paruh Baya,
begitu seseorang mengenali kekuatan yang saling bertentangan dalam
kepribadiannya, orang tersebut berada dalam posisi untuk mensistensis dan
meyelaraskannya.
7. Kritik dan Kontribusi,
Teori Jung secara umum dianggap tidak
jelas,
tidak dapat dipahami, tidak konsisten dan kontradiktif. Namun teori Jung tetap
populer di psikologi.
D. Alfred Adler (1870-1937)
1. Inferioritas dan kompensasi
Adler
menyatakan bahwa orang-orang sangat sensitif terhadap penyakit organ yang
"inferior" ke orang lain. Menurutnya, cara untuk menyesuaikan diri
dengan kelemahan adalah dengan kompensasi dan over kompensasi.
2. Worldviews dan Lifestyles
Adler
percaya bahwa hidup itu "meaningless", maka apapun makna dalam hidup
bisa dipastikan bahwa itu ditetapkan oleh individu. Adler juga berpendapat
bahwa gaya hidup yang paling efektif adalah gaya hidup yang didalamnya ada
kepentingan atau ketertarikan sosial.
3. The Creative Self
Konsep
ini selaras dengan kepercayaan Nietzsche bahwa manusia itu bebas untuk memilih
takdir mereka sendiri. Dengan konsep ini, Adler menolak dasar psikoanalisis
Freud
E. Karen Horney (1885-1952)
1. General Disagreement with
Freudian Theory
Horney
mendapat kesimpulan bahwa penyebab dari terjadinya penyakit mental yang
ditemukan pada kehidupan sosial masyarakat itu perlu mendapat penanganan dengan
proses terapeutik
2. Basic Histility and Basic
Anxiety
Horney
percaya bahwa seorang anak memiliki dua kebutuhan dasar, yaitu aman darivrasa
sakit, bahaya, dan ketakutan serta terpenuhinya kebutuhan biologis. Ketika
seorang anak mendapat perlakuan buruk dari orangtuanya, maka sang anak akan
merasakan basic evil yang menyebabkan anak menjadi seorang neurotik. Anak
dengan basic evil akan menyebabkan timbulnya basic hostility yang menimbulkan
ketidakakuran bahkan pertengkaran pada anak dengan orangtuanya.
3. Adjustments to Basic
Anxiety
·
Mendekatkan diri dan menyesesuaikan diri dengan
orang orang
·
Tetap berada disekitar orang orang namun cenderung
bermusuhan
·
Menjauh dan mengisolasi diri dari orang orang
4. Feminine Psychology
Horney
awalnya setuju dengan pendapat Freud bahwa anatomi adalah takdir, maksudnya
sifat dan kepribadian seseorang ditentukan oleh jenis kelaminnya.
Annisa
Melati Putri Wijaya
2110322021
Komentar
Posting Komentar