HUMANISTIK

 HUMANISTIK

 

Basic dasar psikologi humanistik ini berasal dari ilmu-ilmu sebelumnya.

Dasar ilmu dari psikologi humanistik ini adalah untuk psiko-theraphy dan psikologi humanistik ini memandang manusia dari sisi positif (Positive Psychology)

 

A.     Pikiran, Tubuh, dan Jiwa

Sifat manusia dibagi menjadi 3, yaitu pikiran (kecerdasan kita), tubuh (susunan biologis), dan roh (susunan emosi kita)

  • Pada 1920 an hingga 1930 an, sekolah strukturalisme, fungsionalisme, behaviorisme, psikologi gestalt, dan psikoanalisis hidup berdampingan dan saling mengejar tujuan masing-masing.
  • Pada pertengahan abad ke 20, strukturalisme telah menghilan dan fungsionalisme serta psikologi gestalt telah kehilangan kekhasan mereka
  • Pada 1950an dan awal 1960an, hanya behaviorisme dan psikoanalisis yang tetap berpengaruh.
  • Abraham Maslow dan beberapa psikolog membetuk gerakan psikologi kekuatan ketiga.

psikolog kekuatan ketiga mengklaim bahwa penyebab perilaku yang paling penting adalah

realitas subjektif. Menurut mereka sains tidak dapat menjelaskan manusia

 

B.      Antecendents of Third Force Psychology

·        Menurut para romantisme, pada dasarnya ketika diberi kebebasan, manusia akan melakukan yang terbaik untuk dirinya dan untuk orang lain

·        Third force psychology menggabungkan fisiologi dari romantisme dan eksistensialisme yang disebut humanistic psychology

·        Fokus dari psikologi humanistik adalah pada kekhasan manusia yang membedakannya dari spesies lain

·        Psikologi humanistic melihat manusia sebagai pribadi yang memiliki perbedaan unik yang mampu merenungkan keberadaannya, meminjamkan makna dan arahannya.

 

C.      Phenomenology

·        Phenomenology adalah suatu metodologi yang focus pada pengalaman tanpa adanya

usaha untuk mengurangi pengalaman itu ke bagian-bagian komponennya

  • Phenomenology dari Johann Goethe and Ernst Mach focus pada sensasi kompleks termasuk bayangan dan ilusi
  • Phenomenology Franz Brentano dan teman temannya focus pada aksi psikologis, seperti

menilai, mengingat kembali, mengharapkan, meragukan, takut, berharap, atau

mencintai.

  • Husserl mengusulkan jenis fenomenologi yang berkonsentrasi pada cara kerja pikiran

yang tidak bergantung pada dunia fisik. Husserl menyebut fenomenologi jenis kedua ini

sebagai fenomenologi murni yang bertujuan untuk menemukan esensi dari pengalaman

sadar.

  • Fenomenologi murni dari Husserl ini akhirnya diubah menjadi Psikologi Eksistensial oleh

muridnya, Martin Heidegger

 

D.     Psikologi Eksistensial

·        MARTIN HEIDEGGER ( 1889– 1976)

Karya Heidegger dianggap sebagai penghubung antara filsafat eksistensial dan psikologi eksistensial

  • Heidegger menggunakan istilah "Dasein" untuk menunjukkan bahwa seseorang dan dunia itu tidak dapat dipisahkan
  • Menurut Heidegger, untuk mencapai kehidupan otentik, maka manusia harus mulai memahami fakta bahwa "saya harus mati suatu saat nanti". Karena manusia harus merenungi fakta bahwa keberadaan mereka terbatas
  • Kehidupan otentik dapat menjadikan seseorang mengalami kecemasan karena orang" otentik selalu bereskperimen dengan kehidupan dan selalu mengambil resiko
  • LUDWIG BINSWANGER ( 1881 – 1966)
    • Menurut Binswanger, untuk dapat memahami dan membantu seseorang maka kita terlebih dahulu tahu bagaimana orang tersebut memandang hidupnya pada saat ini
    • Binswanger membagi 3 mode keberadaan, yaitu :
      • Umwelt ("diseluruh dunia"), dunia benda dan peristiwa
      • Mitwelt ("dengan dunia"), interaksi dengan manusia lain
      • Eigenwelt  ("dunia sendiri"), pribadi seseorang, batinnya, subjektif pengalaman
    • Salah satu konsep terpent ing Binswanger adalah Wel tanschauung atau desain dunia ( pandangan dunia) . Secara umum merupakan bagaimana cara seseorang memandang dan merangkul dunia. Melalui desain dunia seseorang menjalani hidupnya dan karena itu desain dunia mempengaruhi segala sesuatu yang di lakukannya.
  • Rollo May (1909–1994)
    • The Human Dillema, May beranggapan bahwa manusia adalah objek sekaligus subjek dari pengalaman
    • Normal and Neurotic Anxiety, May percaya bahwa fakta terpenting terkait manusia adalah bahwa mereka itu bebas, serta menurutnya Neurotic Anxiety tidak kondusif bagi pertumbuhan seseorang
    • The Importance of Myth, berdasarkan pendapat May mitos menyediakan sarana utama untuk menyediakan maksa dalam hidup
    • Human Science, pada 1967 May menyarankan penciptaan ilmu baru yang secara khusus dirancang untuk mempelajari manusia
  • George Kelly (1905–1967)
    • Constructive Alternativism

Kelly mengamati bahwa tujuan utama ilmuwan adalah untuk mengurangi ketidakpastian dan karena dia percaya bahwa ide ini juga tujuan semua manusia. Kelly mengatakan bahwa prang bebas untuk memilih konstruksi yang mereka gunakan dalam berinteraksi dengan dunia, ini berarti manusia dapat mengartikan peristiwa dalam jumlah yang tak terbatas

  • Propositional thinking

Kelly menawarkan sistem pemikiran dimana Tuhan dan kenyataan mungkin paling baik direpresentasikan sebagai proposisi. Pernyataan ini bukan untuk mengatakan entah Tuhan atau kenyataan kurang pasti dari apa pun di alam kesadaran manusia, tetapi hanya itu semua hal yang dihadapi orang mungkin paling baik dianggap cara-cara hipotetis.

  • Fixed-Role Therapy

Pendekatan Kelly terhadap terapi mencerminkan keyakinannya bahwa masalah psikologis adalah masalah persepsi dan bahwa pekerjaan terapis karena itu untuk

membantu klien melihat hal-hal secara berbeda.

 

E.      Psikologi Humanistik

·        Abraham Maslow (1908-1970)

Maslow merupakan founder atau pelopor dari berdirinya psikologi humanistik. Maslow menyampaikan teori-teori bahwa manusia itu unik dan mempunyai pandangan pribadi.

  • The Hierarchy of needs

  

Menurut Maslow, pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi, yaitu :

  • Self-Actualization : Kebutuhan untuk perkembangan, kreativitas, dan pertumbuhan.
  • Self-Esteem : Kebutuhan untuk harga diri, kekuasaan, kendali, dan pengakuan.
  • Love/Belonging : Kebutuhan akan cinta, kepemilikan, dan inklusi.
  • Safety : Kebutuhan akan keamanan dan stabilitas
  • Physiology : Kebutuhan akan udara, makanan, air, dan kesehatan.
  • Carl Ransom Rogers ( 1902–1987)
    • Struktur kepribadian Rogers

1.      Organisme, mahluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologinya, tempat pengalaman, potensial dalam kesadaran, dan tepat persepsis seseorang

2.      Phenomenal Field, keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, baik yang disdarai manupun tidak.

3.      Self, satu-satunya kepribadian yang sebenarnya, terbentuk melalui diferensiasi phenomenal field.

    • Dinamika kepribadian

1.      Positif Regard, kebutuhan diri agar diterima dengan baik, dicintai, dan diakui di lingkungan.

2.      Self consistency dan Congruence, organisme berfungsi untuk memelihara consistency , persepsi diri, dan congruence antara persepsi diri dengan pengalaman

3.      Aktualisasi diri, Ragers memandang bahwa organisme terus menerus bergerak maju.

    • Perkembangan Kepribadian

1.      Fully Fuctioning Person, istilah yang digunakan Ragers untuk menggambarkan individu memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya

2.      Psikopatologis, menurut Rogers psikopatologis adalah orang yang tidak sadar dengan perasaan yang mereka ekspresikan secara eksternal dan tidak sadar dengan hal yang bertentangan dengan konsep dirinya serta menolak mengekspresikan perlawanan balik.

  • Paham Psikologi Humanistik
    • Manusia memiliki keinginan bebas dan karena itu ia bertanggung jawab atas tindakannya
    • Metode yang paling tepat untuk mempelajari mansuai adalah fenomenologi
    • Untuk memahaminya, manusia harus dipelajari secara keseluruhan
    • Manusia itu unik, oleh karena itu apapun yang dipelajari tentang hewan lain tidaklah relevan dengan pemahaman manusia
    • Hedonisme bukan notif utama dalam perilaku manusia
    • Menjalani kehidupan yang otentik jauh lebih baik dibandingkan kehidupan yang tidak otentik
    • Motivasi adalah kecenderungan utama dalam aktualisasi hidup
    • Psikologi Humanistik menolak behaviorisme yang menyamakan manusia dengan hewan dengan perilaku sederhana. Behaviorisme dianggap tidak memerhatikan proses mental manusia yang unik dan berbeda dari hewan. Mereka juga menolak psikoanalisis yang dianggap berfokus pada manusia yang abnormal dan menekan motivasi.

 

 

Annisa Melati Putri Wijaya

2110322021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar dan Klasifikasi Bidang Psikologi

Gangguan Psikologis

Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Tes Mental