Empirisme, Sensasionalisme, Positivisme

 Empirisme, Sensasionalisme, Positivisme


Annisa Melati Putri Wijaya

2110322021


A.    EMPIRISME (British)

Paham ini mempercayai bahwa pengalaman merupakan sumber dari pengetahuan. Pengalamannya lebih ke "sensory experience" yang tidak semua sensory experience dapat jadi pengetahuan. Para empiricsm konsepnya lebih ke konsep induktif

 

Tokoh-tokoh Empiricism

1.      Thomas Hobbes (1588-1679)

Hoobes berteman dengan orang-orang yang sangat ilmiah seperti Galileo, yang menyebabkan dia berpikir bahwa manusia sama seperti yang lain "motion" yang bisa dijelaskan dengan konsep "mecanistic principle".

Teori-teori Hobbes :

a.     Manusia Sebagai Mesin

·        Manusia dilihat sebagai mesin yang bekerja didalam mesin yang lebih besar (alam semesta)

·        Pengetahuan didapat dari pengalaman

·        Alam semesta terdiri dari "materi" dan "gerak" yang dapat dipahami dengan istilah prinsip-prinsip mekanistik

·        Kesadaran hanya fenomena yang berasal dari gerakan otak

b.     Government and Human Instinticts

·        Bentuk pemerintahan terbaik adalah monarki absolut

·        Manusia secara natural bersifat agresif, egois, serakah, maka demokrasi merupakan hal yang buruk karena memberikan ruang untuk berlaku negatif

·        Tanpa adanya peraturan yang mengikat, maka kehidupan manusia akan menjadi sangat kacau.

c.      Hobbes Empiricism

·        "mind" atau pikiran menurut Hobbes hanya jumlah total dari aktivitas berpikir seseorang.

·        Hobbes berpendapat bahwa hedonis merupakan kebiasaan manusia untuk mencapai kesenangan maksimal dan meminimalisirkan rasa sakit

·        Menyangkal keberadaan ide bawaan

 

2.      John Locke (1632-1704)

Lock percaya terkait paham "dualisme". Dia juga merupakan  oposisi terhadap ide-ida bawaan.

Salah satu teori utama Locke adalah "Tabula Rasa" yang dimana secara tidak langsung Locke berpendapat bahwa manusia ini hanya kertas putih, yang nanti diisi oleh pengalaman atau stimulus yang didapatkan. Locke juga menyuarakan "individual Right"

a.     Ideas and Emotions (Ide dan Emosi)

·        Membagi ide menjadi ide yang simpel dan ide yang komplex.

Simple idea maksudnya ketika kita menerima suatu stimulus, kita langsung mendapat ide dari sana. Sedangkan complex idea, begitu stimulus diterima, stimulus tersebut diproses lebih jauh lagi. Simple idea banyak dilatarbelakangi oleh sensation dan complx idea banyak dilatar belakangi oleh refleksi.

    • Motivasi manusia bersifat hedonistik

b.     Sensation and Reflection (Sensasi dan Refleksi)

·        Ide berasal dari baik sensasi atau refleksi, ide itu dihasilkan oleh sensory stimulation atau dari refleksi pada sisa-sisa sensorik sebelumnya. Refleksi disini maksudnya adalah konsep proses mental dan berpikir, dimana refleksi ini mencoba menjelaskan"mind". Sensasi merupakan penerimaan stimulus oleh indra dan refleksi adalah proses dari informasi yang didapat dari sensasi

·        Paradox of the basins, menjelaskan konsep tentang realita.

Disini ada dua point yang dipaparkan yaitu primary quality dan secondary quality

Primary quality merupakan sesuatu yang eksis (ada) di dunia nyata, seperti jumlah, ukuran, ketebalan sedangkan secondary equality merupakan suatu hal yang sangat mind dependent, seperti warna.

 

3.      George Berkeley (1685-1753)

Berkeley berpendapat bahwa sesuatu yang nyata itu adalah sesuatu yang bisa dipersepsikan. Berkeley menentang teori "manusia sebagai mesin" dari Hobbes. Dia menitik beratkan pointnya pada "mind". Dia juga mengedepankan prinsip Ketuhanan yang dimana Berkeley berpendapat bahwa jika kita semakin percaya bahwa manusia sebagai mesin, maka kita akan semakin jauh  dari prinsip Ketuhanan yang nantinya akan membuat kita semakin kesulitan menjelaskan banyak hal.

 

4.      David Hume (1711-1776)

Beberapa pendapat Hume :

  • Kausalitas adalah hal yang tidak dirasakan secara langsung, tetapi disimpulkan oleh pengamat.
  • Asosiasi ide-ide melalui kebiasaan, menjadi pengetahuan

 

5.      John Stuart Mill (1806-1873)

JS Mill mendukung perkembangan psikologi sebagai ilmu, ia juga percaya bahwa keabsahan pemikiran, perasaan dan tindakan manusia dapat mendukung penyelidikan ilmiah. Serta JS Mill juga berpendapat bahwa  etologi diturunkan dari ilmu yang lebih mendasar mengenai sifat manusia.

 

6.      Alexander Bain (1818-1903)

Menambahkan konsep "Voluntary Behavior"

Voluntary behavior merupakan perilaku spontan yang dikendalikan oleh pleasure dan pain.

Bain juga menambahkan laws of compound association dan laws of constructive association didalam laws of association.

Law of compound merupakan kemampuan untuk mengasosiasikan berbagai macam ide yang ada, sedangkan law of constrictive merupakan kemampuan untuk membuat ide baru dari asosiasi yang kita lakukan dan kita susun kembali sehingga menghasilakan ide yang baru.

 

B.    SENSASIONALISME (French)

Para ahli sensasionalisme, secara keseluruhan mereka lebih menitik beratkan terhadap "sensory experience"

Aliran ini merupakan salah satu bentuk dari empirisme yang menegaskan bahwa semua pengetahuan pada akhirnya diperoleh dengan cara sensasi-sensasi.

 

Tokoh-Tokoh Sensasionalisme

1.      Pierre Gassendi (1592-1655)

Berpendapat bahwa hanya hal-hal fisik yang dapat dipengaruhi dan mempengaruhi hal-hal fisik. Gassendi juga seseorang yang bertentangan atau tidak setuju dengan ide bawaan.

Gassendi juga menawarkan beberapa kritik terhadap pemikiran dualisme yang diusulkan Descartes, yang merupakan pengamatan bahwa pikiran, jika tidak diperpanjang (tidak material), tidak bisa memiliki pengetahuan dari hal-hal (materi) yang diperluas. Hanya fisik hal-hal yang katanya dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hal-hal fisik.

 

2.      Julien de La Mettrie (1709-1751)

Menurut La Mettrie, kepercayaan pada keunikan manusia (dualisme) dan pada Tuhan adalah tidak hanya salah tetapi juga bertanggung jawab untuk penderitaan yang tersebar luas. La Mettrie juga berpendapat bahwa intelegensi dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu ; ukuran otak, kompleksitas otak, dan edukasi.

 

3.      Claude-Adrien Helvetius (1715-1771)

Berpendapat bahwa konsep otak (ide) hanya berasal dari pengalaman. Helvetius merupakan seorang hedonis yang menurutnya, edukasi secara garis besar dapat dilihat sebagai maniuplasi pengalaman menyenangkan dan menyakitkan. Helvetius bukan tokoh yang menentang empirisme inggirs ataupun menengtang sensasionalisme prancis, justru sebaliknya dia mengeksplorasi secara mendalam implikasi dari anggapan bahwa isi pikiran hanya datang dari pengalaman. Segala macam keterampilan sosial, perilaku moral, dan bahkan kejeniusan dapat diajarkan melalui penguasaan pengalaman.

 

C.    POSITIVISME

Positivisme berakar pada empiris. Positivisme menolak keberadaan segala kekuatan atau subyek di belakang fakta.

 

Tokoh-Tokoh Positivisme

1.      Auguste Comte (1798-1857)

Menurut Comte, positivisme merpakan filosofi yang dimana orang-orang percaya bahwa tujuan dari pengetahuan adalah hanya untuk menggambarkan pengalaman seseorang  dan sains seharusnya hanya mempelajari apa yang terukur saja. Di positivisme, dijelaskan bahwa apapun yang tidak bisa diukur bukan suatu pengetahuan.

Comte juga mengemukakan hukum tiga tahap, yaitu :

  • Tahap pertama, dan yang paling primitif, adalah teologis, dimana penjelasannya didasarkan pada takhayul dan mistisisme.
  • Di tahap kedua, yaitu metafisik, Penjelasan didasarkan pada esensi, prinsip, sebab, atau hukum yang tidak terlihat.
  • Selama tahap ketiga dan perkembangan tertinggi, ilmiah deskripsi ditekankan di atas penjelasan dan prediksi serta pengendalian fenomena alam menjadi yang paling  penting. Dengan kata lain, pada tahap ilmiah, positivisme diterima.

 

2.      Ernst Mach (1838-1916)

Mach setuju dengan pendapat Berkeley dan Hume. Disini Mach menjelaskan terkait pengukurannya, dimana ia menuliskan metode yang dapat mengatur perilaku yang tepat terhadap sains yang mengjasilkan konsep dari definisi operasional. Dari Mach ini, sudah mulai mengarah ke sains, tiap langkah-langkahnya pun sudah mulai terlihat dengan baik.

 

Haii All!!

Kali ini, aku bahas tentang 3 paham yang popular banget, ada empirisme, sesasionalisme, dan positivisme. Tiga paham ini biasanya diwakilkan dengam empirisme, karna saling mengarah ke empirisme.

 

Anyway, stay healthy everyone!!

Annisa Melati Putri Wijaya

2110322021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar dan Klasifikasi Bidang Psikologi

Gangguan Psikologis

Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Tes Mental